10 Bumbu Dapur yang Cocok Disiapkan Menjelang Musim Hujan, Stok Sekarang Biar Tak Kehabisan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539650/original/062175000_1774609337-9658ba8e-aa0e-46c8-9581-4a7a9f84668c.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Memasuki musim hujan, ada baiknya isi dapur mulai diperiksa kembali. Selain bahan makanan seperti beras, mi, telur, atau sayuran, beberapa bumbu dapur juga cukup penting untuk disiapkan lebih awal karena hampir selalu digunakan ketika memasak menu rumahan.
Stok bumbu yang cukup dapat membuat kegiatan memasak terasa lebih praktis, terutama ketika hujan turun dan membuat keinginan keluar rumah untuk berbelanja menjadi berkurang. Beberapa bumbu bahkan bisa digunakan untuk berbagai jenis masakan, sehingga menyimpannya dalam jumlah wajar dapat membantu menghemat waktu.
Lantas apa saja bumbu dapur yang cocok disiapkan menjelang musim hujan? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Bawang merah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5007306/original/020669800_1731658498-5403.jpg)
Perbesar
Bawang merah menjadi salah satu bumbu dasar yang hampir selalu dibutuhkan dalam masakan sehari-hari. Mulai dari tumisan sederhana, sambal, sup, nasi goreng, hingga berbagai masakan berkuah dapat menggunakan bumbu yang satu ini.
Menjelang musim hujan, bawang merah bisa disiapkan sebagai salah satu stok utama di dapur. Namun, sebaiknya jangan membeli dalam jumlah berlebihan apabila tempat penyimpanannya kurang memadai. Bawang yang disimpan dalam kondisi lembap justru lebih mudah rusak.
Simpan bawang merah di tempat yang kering, memiliki sirkulasi udara baik, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari menyimpannya dalam wadah tertutup rapat ketika masih dalam kondisi utuh karena kelembapan dapat mempercepat pembusukan.
2. Bawang putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3275927/original/052757500_1603431735-garlic-545223_1280.jpg)
Perbesar
Bawang putih juga termasuk bumbu yang serbaguna dan cocok dijadikan persediaan di rumah. Aromanya dapat menjadi dasar berbagai masakan, mulai dari tumisan, sup, olahan daging, ayam, ikan, hingga berbagai jenis sambal.
Bumbu ini juga praktis karena bisa digunakan hanya dengan mengambil beberapa siung sesuai kebutuhan. Untuk menjaga kualitasnya, bawang putih utuh sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan memiliki ventilasi.
Jika sudah dikupas, cara penyimpanannya perlu lebih diperhatikan karena kondisinya lebih rentan mengalami perubahan kualitas. Karena itu, untuk stok jangka lebih panjang, bawang putih dalam kondisi utuh biasanya lebih praktis.
3. Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365515/original/069524100_1791182086-kamakshi-subramani--P9YRXXY5Yc-unsplash.jpg)
Perbesar
Bagi pencinta makanan pedas, cabai menjadi salah satu bahan yang rasanya wajib tersedia di dapur. Cabai bisa digunakan untuk membuat sambal, tumisan, bumbu masakan, hingga berbagai hidangan sederhana yang membutuhkan rasa pedas.
Menjelang musim hujan, stok cabai dapat membantu ketika ingin membuat makanan hangat dan pedas tanpa harus sering keluar rumah untuk berbelanja. Namun, cabai segar termasuk bahan yang relatif mudah mengalami penurunan kualitas.
Agar tidak cepat terbuang, sebaiknya sesuaikan jumlah pembelian dengan kebutuhan. Cabai juga dapat diolah menjadi sambal atau dibekukan dengan cara yang tepat jika ingin memperpanjang masa simpannya.
4. Merica
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344066/original/002481100_1757478606-wooden-plate-full-dried-pepper-white-background.jpg)
Perbesar
Merica merupakan bumbu yang sering digunakan untuk memberikan rasa hangat dan aroma khas pada makanan. Bumbu ini cocok untuk berbagai menu seperti sup, tumisan, olahan ayam, daging, telur, hingga makanan berkuah.
Memiliki stok merica di rumah juga cukup praktis karena penggunaannya tidak terbatas pada satu jenis masakan. Sedikit merica saja sudah dapat memberikan tambahan rasa dan aroma pada hidangan.
Jika memungkinkan, simpan merica dalam wadah tertutup rapat di tempat yang kering. Merica bubuk sebaiknya tidak dibiarkan terbuka terlalu lama agar aroma dan kualitasnya tetap terjaga.
5. Ketumbar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147102/original/084879600_1591625557-biji-ketumbar-7999182.jpg)
Perbesar
Ketumbar dapat menjadi pilihan bumbu yang menarik untuk disiapkan sebelum musim hujan. Bumbu ini banyak digunakan dalam berbagai masakan Indonesia, termasuk olahan ayam, ikan, daging, tempe, tahu, serta aneka bumbu ungkep.
Biji ketumbar relatif praktis disimpan karena bentuknya kering. Selama ditempatkan dalam wadah yang tertutup dan kering, stoknya dapat digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Bagi yang sering memasak menu rumahan, ketumbar juga cukup fleksibel. Biji ketumbar dapat digunakan langsung dalam beberapa masakan atau dihaluskan bersama bumbu lain ketika membuat bumbu dasar.
6. Kunyit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527676/original/090432400_1773211132-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_13.24.01.jpeg)
Perbesar
Kunyit merupakan bumbu yang cukup sering digunakan dalam masakan Indonesia. Selain memberikan warna kuning alami, kunyit juga memiliki aroma dan rasa khas yang dapat memperkaya berbagai hidangan.
Bumbu ini bisa digunakan untuk membuat opor, gulai, kari, ayam ungkep, pepes, hingga berbagai masakan berbumbu lainnya. Karena itu, kunyit bisa masuk dalam daftar bumbu yang disiapkan menjelang musim hujan.
Jika membeli kunyit segar, pilih rimpang yang kondisinya masih baik dan tidak lembek. Kunyit juga dapat diolah menjadi bumbu halus sehingga lebih praktis digunakan ketika memasak, tetapi penyimpanannya harus diperhatikan agar tidak cepat rusak.
7. Jahe
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4579606/original/073338900_1695029639-honey-lemon-ginger-juice-food-beverage-products-from-ginger-extract-food-nutrition-concept.jpg)
Perbesar
Jahe termasuk bumbu yang identik dengan berbagai hidangan dan minuman hangat. Saat cuaca lebih dingin karena hujan, jahe dapat digunakan untuk membuat minuman sederhana maupun menjadi bagian dari bumbu masakan.
Dalam masakan, jahe dapat digunakan untuk membantu memberikan aroma khas pada olahan ayam, ikan, daging, sup, dan makanan berkuah. Sementara itu, jahe segar juga bisa diolah menjadi minuman hangat dengan tambahan bahan lain sesuai selera.
Untuk stok rumah tangga, pilih jahe yang masih keras dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Simpan dalam kondisi yang sesuai agar tidak mudah lembap atau berjamur.
8. Daun salam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762441/original/075282500_1709625037-IMG_1492.jpeg)
Perbesar
Daun salam memang bukan bumbu utama yang menentukan rasa sebuah masakan, tetapi keberadaannya cukup penting dalam banyak hidangan rumahan. Daun ini sering digunakan untuk menambah aroma pada nasi, tumisan, sayur, semur, hingga berbagai masakan berbumbu.
Daun salam juga praktis untuk disiapkan karena tersedia dalam bentuk segar maupun kering. Jika memiliki akses ke pohonnya sendiri, daun salam dapat dipetik sesuai kebutuhan sehingga tidak perlu membeli terlalu sering.
Untuk stok, daun salam kering dapat menjadi pilihan yang lebih praktis. Simpan dalam wadah bersih dan kering agar aromanya tetap terjaga dan tidak mudah terkena kelembapan.
9. Lengkuas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328430/original/040562300_1787194791-1.jpeg)
Perbesar
Lengkuas merupakan salah satu rempah yang cukup sering digunakan dalam masakan Indonesia. Aromanya khas dan dapat membuat masakan seperti sayur asem, lodeh, ayam, tumisan, serta berbagai hidangan berbumbu terasa lebih lengkap.
Meski penggunaannya tidak selalu sebanyak bawang atau cabai, lengkuas cukup penting untuk beberapa jenis menu. Karena itu, menyediakannya di dapur dapat mengurangi kebutuhan untuk membeli bumbu secara mendadak.
Pilih lengkuas yang masih keras dan tidak memiliki bagian yang lembek atau rusak. Jika stoknya cukup banyak, perhatikan kondisi penyimpanannya agar rempah tidak mudah mengalami pembusukan.
10. Kaldu bubuk atau bumbu penyedap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519839/original/041074800_1772598449-unnamed__72_.jpg)
Perbesar
Kaldu bubuk atau bumbu penyedap juga bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari stok dapur menjelang musim hujan. Bahan ini biasanya digunakan dalam jumlah sedikit untuk membantu memperkuat cita rasa berbagai masakan.
Kaldu dapat digunakan pada sup, tumisan, nasi goreng, mi, telur, hingga berbagai menu sederhana lainnya. Keberadaannya cukup membantu ketika ingin membuat masakan praktis dengan bahan yang tersedia di rumah.
Meski demikian, penggunaannya tetap sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan petunjuk pada kemasan. Pilih produk yang sesuai dengan preferensi keluarga dan perhatikan kondisi kemasan sebelum digunakan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bumbu Dapur yang Cocok Disiapkan Menjelang Musim Hujan
1. Bumbu apa yang paling penting disiapkan menjelang musim hujan?
Bawang merah, bawang putih, cabai, dan merica termasuk beberapa bumbu yang cukup serbaguna. Namun, kebutuhan setiap rumah berbeda sehingga sebaiknya utamakan bumbu yang paling sering digunakan.
2. Apakah bumbu segar bisa disimpan untuk waktu lama?
Bisa, tetapi masa simpannya berbeda-beda. Bumbu segar umumnya membutuhkan perhatian lebih terhadap kelembapan, suhu, dan kondisi penyimpanan agar tidak cepat rusak.
3. Apakah sebaiknya membeli bumbu dalam jumlah banyak sebelum musim hujan?
Tidak selalu. Membeli terlalu banyak justru berisiko membuat bumbu rusak sebelum digunakan. Lebih baik sesuaikan jumlah stok dengan kebutuhan dan kapasitas penyimpanan di rumah.
4. Bagaimana cara menyimpan bumbu kering agar tidak mudah rusak?
Gunakan wadah yang bersih dan tertutup rapat, kemudian simpan di tempat yang kering serta tidak terkena panas atau kelembapan berlebihan.
5. Mengapa stok bumbu perlu diperhatikan saat musim hujan?
Stok bumbu yang cukup membuat kegiatan memasak lebih praktis. Ketika hujan turun dan aktivitas keluar rumah menjadi kurang nyaman, bumbu yang sudah tersedia dapat digunakan untuk membuat berbagai menu tanpa harus berbelanja setiap saat.
![]()
![]()
Tantiya Nimas Nuraini, Nisa Mutia SariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan