peezycoineth.vip

10 Kesalahan yang sebaiknya Anda hindari setelah putus cinta

2026-08-04 09:04

Jakarta (ANTARA) - Putus cinta merupakan pengalaman emosional yang bisa dirasakan siapa saja. Berakhirnya sebuah hubungan sering kali memunculkan berbagai perasaan, mulai dari sedih, kecewa, marah, hingga kehilangan. Reaksi tersebut merupakan hal yang normal dan menjadi bagian dari proses pemulihan.

Namun, tidak sedikit orang yang tanpa sadar melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu setelah putus cinta yang justru membuat proses move on menjadi lebih sulit. Alih-alih membantu mengatasi rasa sedih, beberapa tindakan ini dapat memperpanjang luka emosional dan memengaruhi kesehatan mental.

Agar proses pemulihan berjalan lebih sehat, berikut sepuluh kesalahan yang sebaiknya dihindari setelah putus cinta.

1. Terus menghubungi mantan

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah terus menghubungi mantan, baik melalui pesan singkat, telepon, maupun media sosial.

Keinginan untuk mengetahui kabar mantan memang wajar. Namun, terlalu sering berkomunikasi justru membuat diri sulit menerima kenyataan bahwa hubungan telah berakhir. Memberikan jarak untuk sementara dapat membantu emosi menjadi lebih stabil.

2. Stalking media sosial mantan

Melihat unggahan, foto terbaru, atau aktivitas mantan di media sosial mungkin terasa menggoda. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat memicu rasa sedih, cemburu, atau penyesalan.

Jika diperlukan, Anda bisa membatasi akses sementara dengan menyembunyikan unggahan mantan atau mengurangi penggunaan media sosial hingga kondisi emosional membaik.

Baca juga: Kalimat yang pantang Anda katakan pada si patah hati

Baca juga: Studi terbaru buktikan putus cinta tidak sebabkan berat badan naik

3. Menyalahkan diri sendiri secara berlebihan

Mengevaluasi hubungan yang telah berakhir memang penting, tetapi terus-menerus menyalahkan diri sendiri bukanlah langkah yang sehat.

Tidak semua hubungan berakhir karena kesalahan satu pihak. Fokuslah pada pelajaran yang bisa diambil tanpa terus menghukum diri sendiri atas hal-hal yang sudah terjadi.

4. Memendam semua perasaan sendirian

Sebagian orang memilih menutupi kesedihannya dan berpura-pura baik-baik saja.

Padahal, memendam emosi terlalu lama dapat meningkatkan stres dan membuat proses pemulihan menjadi lebih berat. Tidak ada salahnya berbagi cerita kepada teman, keluarga, atau orang yang dipercaya agar beban pikiran terasa lebih ringan.

5. Langsung mencari pasangan baru sebagai pelarian

Memulai hubungan baru sesaat setelah putus cinta belum tentu menjadi solusi terbaik, terutama jika tujuannya hanya untuk menghilangkan rasa sepi atau melupakan mantan.

Hubungan yang dibangun sebagai pelarian sering kali membuat masalah emosional belum benar-benar selesai. Sebaiknya beri waktu bagi diri sendiri untuk pulih terlebih dahulu sebelum membuka hati kembali.

6. Mengabaikan kesehatan diri

Kesedihan sering membuat seseorang kehilangan nafsu makan, sulit tidur, atau enggan berolahraga.

Padahal, kesehatan fisik sangat berpengaruh terhadap kondisi mental. Tetap konsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, rutin bergerak, dan menjaga pola hidup sehat dapat membantu mempercepat proses pemulihan.

Baca juga: 6 hal yang perlu didengar usai putus cinta

7. Mengisolasi diri dari lingkungan

Menghabiskan waktu sendirian sesekali memang tidak masalah. Namun, jika Anda terus menghindari keluarga, teman, atau aktivitas sosial dalam waktu lama, perasaan kesepian bisa semakin meningkat.

Berinteraksi dengan orang-orang terdekat dapat memberikan dukungan emosional sekaligus membantu mengalihkan pikiran dari kesedihan.

8. Terlalu sering mengenang masa lalu

Membuka kembali foto, membaca percakapan lama, atau mengingat terus momen bersama mantan dapat membuat luka emosional kembali muncul.

Jika belum siap menghapus kenangan tersebut, simpan sementara di tempat yang tidak mudah diakses agar tidak menjadi pemicu kesedihan setiap hari.

9. Berusaha terlihat baik-baik saja setiap saat

Sebagian orang merasa harus segera bangkit dan menunjukkan bahwa dirinya tidak terpengaruh oleh putus cinta.

Padahal, memaksakan diri untuk menutupi emosi justru dapat membuat stres semakin menumpuk. Berikan waktu bagi diri sendiri untuk merasakan dan memproses emosi secara bertahap.

10. Tidak mencari bantuan saat benar-benar membutuhkannya

Apabila rasa sedih berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan hingga mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, pola tidur, atau aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan profesional.

Psikolog atau psikiater dapat membantu menemukan strategi yang tepat untuk mengelola emosi, mengurangi stres, dan mendukung proses pemulihan secara sehat.

Putus cinta memang bukan pengalaman yang menyenangkan, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa bangkit. Menghindari berbagai kebiasaan yang justru memperpanjang rasa sedih akan membantu proses move on berjalan lebih baik. Yang terpenting, berikan waktu kepada diri sendiri untuk pulih, tetap menjaga kesehatan fisik dan mental, serta fokus membangun kehidupan yang lebih positif ke depannya.

Baca juga: Tanda-tanda Anda belum benar-benar move on dari mantan

Baca juga: Tips move on setelah putus cinta dari pasangan agar hati kembali pulih

Baca juga: Putus cinta, ini kiat menyikapi rasa sedih karena patah hati

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.