peezycoineth.vip

22 Aplikasi Berisiko Tinggi Menurut Komdigi, Ramai Dipakai Warga RI

2026-09-24 10:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 22 platform masuk dalam kategori profil berisiko tinggi. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan laporan asesmen mandiri (self-assessment) yang dilakukan oleh platform digital berdasarkan penerapan Peraturan Pemerintah tentang Pelindungan Anak (PP Tunas).

Sebanyak 60 PLF (Produk, Layanan, dan Fitur) telah ditetapkan dan diverifikasi hingga 6 September 2026 lalu.

"Hingga 6 September 2026, telah ditetapkan dan diverifikasi 60 PLF [Produk, Layanan, Fitur] berikut profil risikonya, yang terdiri dari 22 PLF dengan profil risiko tinggi dan 38 PLF dengan profil risiko rendah," ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid dalam konferensi pers, beberapa saat lalu.

Layanan berisiko tinggi dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9/2026, yang menjadi aturan pelaksana PP Tunas, mencakup platform jejaring sosial yang memiliki kerawanan bagi anak untuk berkontak dengan orang tak dikenal.

Platform yang rentan membuat anak terpapar konten pornografi, kekerasan, serta muatan lain yang tidak sesuai usianya juga masuk dalam kategori ini.

Beberapa platform yang masuk dalam kategori risiko tinggi di antaranya Telegram, Pinterest, hingga SnackVideo.

"Penetapan profil risiko ini penting karena setiap layanan memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda kepada anak, dan semakin tinggi risikonya, tentu semakin kuat langkah pelindungan yang harus diterapkan oleh PSE [Penyelenggara Sistem Elektronik]," kata Meutya.

Pihak kementerian juga memberikan kesempatan kepada seluruh platform untuk menyelesaikan kewajiban self-assessment hingga 31 Desember 2026. Jika ketentuan tersebut tidak dipenuhi, pemerintah akan menetapkan platform terkait secara sepihak sebagai layanan berisiko tinggi.

Berikut adalah daftar platform berisiko tinggi dan rendah bagi anak yang dikutip dari laman resmi Komdigi:

Daftar Platform Berisiko Tinggi Bagi Anak

Daftar Platform Berisiko Rendah Bagi Anak

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]