peezycoineth.vip

30 ribu liter air bersih disalurkan ke wilayah selatan Cianjur - ANTARA News Megapolitan

2026-08-02 14:08

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendistribusikan 30 ribu liter air bersih ke sejumlah desa di dua kecamatan di wilayah selatan terdampak kemarau yang diterima sekitar 345 kepala keluarga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Minggu, mengatakan pendistribusian dilakukan sejak dua hari terakhir ke sejumlah desa di Kecamatan Agrabinta dan Leles.

"Sedangkan sumber air untuk masyarakat di Kecamatan Leles diambil dari sumber air yang tidak jauh dari perkampungan warga dengan medan yang cukup curam sehingga pendistribusian hanya dapat dilakukan maksimal tiga kali," katanya.

Pihaknya mencatat dampak kemarau terus meluas, dimana data sementara yang masuk sekitar 14 kecamatan kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga warga berharap pendistribusian air dengan tangki mengalami peningkatan.

Selama satu pekan terakhir untuk pendistribusian air bersih dengan truk tangki ke sejumlah titik yang dapat dijangkau, pihaknya bekerjasama dengan Perumdam Cianjur, Dinas PUTR Cianjur, PMI Cianjur, dan Polres Cianjur.

"Kami menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan truk tangki ke 14 kecamatan terdampak mulai dari utara hingga selatan Cianjur, dengan harapan seluruh permintaan dapat terpenuhi guna meringankan beban masyarakat," katanya.

Seiring kemarau yang diprediksi akan terjadi cukup panjang, pihaknya meminta masyarakat bijak dan hemat dalam menggunakan air, tidak menggunakan air untuk kebutuhan yang tidak perlu seperti mencuci kendaraan atau menyiram lahan yang kering.

"Kami juga meminta masyarakat mencegah terjadinya kebakaran lahan dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung sembarangan selama musim kemarau," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.