peezycoineth.vip

352 Siswa Keracunan MBG di Lombok Tengah, DPR: MBG Harusnya Beri Manfaat, Bukan Timbulkan Kekhawatiran

2026-09-13 04:54

AKURAT.CO Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dievaluasi menyusul kejadian keracunan yang dialami 352 siswa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (11/9/2026).

Wakil Ketua DPR, Sari Yuliati, yang merupakan anggota DPR RI daerah pemilihan NTB II, menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat program MBG.

"Saya prihatin dengan kejadian keracunan yang dialami ratusan siswa. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu, penyebab kejadian ini harus diusut secara menyeluruh," kata Sari dalam keterangan persnya, Minggu (13/9/2026).

Baca Juga: Bolehkah Orang Tua Marah saat Anaknya Keracunan MBG? Ini Jawaban Islam

Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) perlu mengevaluasi pelaksanaan MBG di lapangan, termasuk memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin.

Evaluasi tidak boleh berhenti pada pencarian penyebab kejadian. Pemeriksaan juga harus memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam penerapan prosedur.

"Evaluasi tidak cukup hanya mencari penyebab kejadian. Kita juga harus memastikan apakah seluruh SOP telah dijalankan dengan benar. Jika ada kelalaian, tentu harus ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di tempat lain," tegasnya.

Sari menambahkan, DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, termasuk kinerja BGN dan SPPG di berbagai daerah. DPR juga akan mendorong pengawasan di daerah agar pelaksanaan MBG benar-benar berjalan sesuai standar.

Baca Juga: Tata Cara Islami Makan MBG agar Tidak Keracunan

Dia menegaskan, keberhasilan program MBG tidak cukup diukur dari jumlah penerima manfaat. Menurutnya, kualitas dan keamanan makanan harus menjadi bagian utama dalam pelaksanaan program tersebut.

"Program MBG harus memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki pelaksanaan di lapangan, dan memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi," pungkas Sari.

Sebelumnya, sebanyak 352 siswa dari lima sekolah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).