42% Orang Dewasa Masih Dapat Uang dari Mama-Papa, Kamu Juga?
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian besar orang dewasa di Amerika Serikat (AS) ternyata masih mengandalkan bantuan keuangan dari orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Berdasarkan laporan Northwestern Mutual 2026 Planning & Progress Study, sebanyak 42% warga Amerika mengaku masih menerima bantuan finansial dari orang tua. Angka tersebut mencakup 72% Generasi Z, lebih dari separuh generasi milenial, dan sekitar sepertiga Generasi X.
Bantuan yang diberikan pun beragam, mulai dari membayar tagihan telepon seluler, asuransi kesehatan, biaya sewa rumah, hingga uang muka pembelian rumah. Terapis keuangan sekaligus profesor di Kansas State University, Megan McCoy menilai, fenomena ini sering dipandang secara negatif.
"Pembahasan mengenai bantuan kepada anak yang sudah dewasa sering kali selalu mencari pihak yang salah, misalnya anak dianggap belum dewasa atau orang tua dinilai terlalu memanjakan. Padahal, ini lebih seperti sebuah hubungan antara dua pihak. Tidak ada yang sepenuhnya menjadi penyebab, melainkan pola yang berkembang seiring waktu," ujarnya, dikutip dari CNBC Make It, Jumat (24/7/2027).
Bantuan Orang Tua Bisa Jadi Investasi Masa Depan
McCoy menjelaskan, jika dilakukan dengan tepat, bantuan finansial dari orang tua dapat menjadi pijakan sementara yang membantu anak membangun kehidupan finansial yang lebih baik. Ia menyarankan agar orang tua memberikan bantuan pada momen yang benar-benar dibutuhkan, bukan menunggu hingga warisan diberikan saat anak sudah mapan secara ekonomi.
"Sering kali warisan baru diberikan ketika anak berada pada kondisi keuangan paling stabil. Padahal, dampaknya akan jauh lebih besar jika bantuan diberikan saat mereka benar-benar membutuhkannya," katanya.
Bantuan tersebut sebaiknya difokuskan untuk mengurangi tekanan finansial atau membantu anak mencapai tujuan keuangan tertentu. Contohnya antara lain membantu melunasi pinjaman pendidikan, tetap memasukkan anak ke dalam asuransi kesehatan keluarga, membayar biaya darurat, membantu uang muka rumah, atau membiayai sewa tempat tinggal selama anak menempuh pendidikan lanjutan.
Menurut McCoy, bantuan yang efektif adalah bantuan yang mampu meningkatkan kesempatan atau membantu anak naik ke tahap perkembangan finansial berikutnya.
Bantuan Uang Bisa Memicu Konflik
Meski bermanfaat, pemberian uang dari orang tua juga dapat menimbulkan konflik emosional apabila tidak disertai komunikasi yang baik. Orang tua bisa merasa terbebani atau kesal karena terus membantu anak.
Sebaliknya, anak bisa merasa berhak menerima bantuan tanpa batas, atau justru merasa malu karena masih bergantung pada orang tua. Oleh sebab itu, McCoy menilai penting bagi orang tua memahami alasan di balik pemberian bantuan tersebut.
Ia mengingatkan agar bantuan tidak diberikan karena rasa bersalah, keinginan mengendalikan keputusan anak, atau anggapan bahwa anak tidak mampu hidup mandiri. Di sisi lain, anak juga perlu memahami bahwa bantuan tersebut bersifat sementara, bukan menjadi sumber pendapatan yang akan terus mengalir tanpa batas.
Perencana keuangan bersertifikat dari Northwestern Mutual, Nikki Macdonald mengatakan, sebagian kliennya yang sudah dewasa menganggap bantuan orang tua sebagai sesuatu yang normal karena sudah berlangsung sejak lama.
"Sebagian berpikir, kondisinya memang selalu seperti ini. Jadi mengapa harus berubah jika orang tua masih membiayai beberapa kebutuhan saya? Lama-kelamaan bantuan itu dianggap sebagai sebuah kebutuhan," ujarnya.
Orang Tua Diminta Tetap Utamakan Dana Pensiun
Macdonald mengingatkan tidak semua keluarga mampu terus memberikan dukungan finansial kepada anak. Banyak orang tua juga harus menyiapkan dana pensiun atau membantu orang tua mereka sendiri yang sudah lanjut usia.
Sehingga, sebelum memberikan bantuan dalam jumlah besar, orang tua disarankan berkonsultasi dengan perencana keuangan agar kondisi keuangan jangka panjang tetap aman
McCoy juga menekankan, komunikasi yang jujur mengenai alasan pemberian bantuan akan membantu mengurangi konflik sekaligus menciptakan hubungan keluarga yang lebih sehat.
(hsy/hsy)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]