peezycoineth.vip

5 Tanda Kamu Sedang Di-Love Bombing, Jangan Terbuai Perlakuan Manis

2026-08-18 11:30

CNN Indonesia

Selasa, 18 Agu 2026 18:30 WIB

Dalam hubungan, perhatian dan kasih sayang berlebihan dapat menjadi bentuk love bombing. Simak tandanya.
Ilustrasi.Dalam hubungan, perhatian dan kasih sayang berlebihan dapat menjadi bentuk love bombing. Simak tandanya. (iStockphoto/Bohdan Bevz)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan perlakuan istimewa dari seseorang tentu membuat hubungan baru terasa menyenangkan. Namun, kamu perlu waspada kalau semuanya terasa datang terlalu cepat dan intens.

Sebab dalam hubungan, perhatian berlebihan dapat menjadi bentuk love bombing, yakni pola manipulasi emosional yang bertujuan membangun keterikatan dengan cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun seiring waktu, tak jarang sikap pasanganmu akan berubah menjadi mengontrol, kasar, dan membuatmu menjadi ketergantungan.

Kadang kala, love bombing akan cenderung sukar dikenali ketika seseorang mengalaminya sendiri.


Tanda kamu sedang di-love bombing

Untuk membantumu mengenalinya, berikut tanda-tanda love bombing yang perlu diperhatikan, dikutip dari Real Simple.

1. Hubungan bergerak terlalu cepat

Pernyataan cinta yang berlebihan di awal hubungan dapat menjadi salah satu tanda love bombing. Kondisi ini mungkin terasa menyenangkan karena kebanyakan orang biasanya senang ketika merasa dipilih oleh seseorang.

Kemudian, seseorang yang melakukan love bombing sering menyirami kata-kata cinta dan perhatian sejak awal hubungan.

Namun, seiring berjalannya waktu, perhatian tersebut dapat berubah menjadi tuntutan, seperti mengharapkan komunikasi terus-menerus, mendorong komitmen terlalu cepat, atau marah ketika kamu menetapkan batasan.


2. Mendapat hadiah bertubi-tubi

Mendapat hadiah dari pasangan tentu merupakan hal yang menyenangkan. Namun, hadiah yang diberikan terlalu sering hingga membuat penerimanya merasa tidak nyaman dapat menjadi salah satu bentuk love bombing.

Hal ini juga dapat disertai gestur besar, seperti makan malam mewah lengkap dengan bunga, musik, lilin, dan surat cinta sejak awal hubungan atau bahkan pada kencan pertama.


3. Mudah membuat janji muluk

Pelaku love bombing dapat dengan mudah mengaku serius merencanakan masa depan dan berkomitmen dalam hubungan.

Pilihan Redaksi

  • Jadi Red Flag dalam Hubungan, Apa itu Love Bombing?
  • 5 Ciri-ciri 'Love Bombing', Strategi Manipulatif yang Bikin Kamu Rugi
  • 7 Cara Mengenali Orang Manipulatif, Jangan Sampai Terkecoh

Contohnya, membicarakan perjalanan yang belum tentu akan dilakukan, pernikahan dan anak, hingga rencana membeli rumah bersama. Dalam beberapa kasus, janji tersebut bahkan dibuat meski sebenarnya tidak ada niat untuk mewujudkannya.

"Love-bombing umum terjadi pada orang yang narsistik dan korban dari cinta yang narsistik," ujar terapis klinis Karen Stewart.

Menurut Stewart, orang dengan pola tersebut sebenarnya lebih menyukai sensasi jatuh cinta di awal hubungan daripada membangun komitmen jangka panjang.

"Orang-orang ini akan memasuki sebuah hubungan secepat mereka keluar darinya. Mereka menyukai api, tetapi ketika api atau gairah mulai meredup, mereka berpindah ke hubungan berikutnya. Mereka kecanduan adrenalin dari cinta yang baru," ujarnya.

4. Tidak menghargai batasanmu

Pasangan yang baik sudah sewajarnya memahami dan menghargai apa pun keputusanmu. Semisal ketika kamu sedang ingin sendiri atau me time, atau mungkin belum siap membawa hubungan ke tahap serius.

Namun, dalam pola love bombing, batasan tersebut justru bisa dianggap sebagai penolakan atau tanda bahwa kamu tidak cukup menyayanginya.


5. Membuatmu merasa bersalah karena tidak melakukan hal yang sama

Di awal hubungan, pelaku love bombing biasanya membanjirimu dengan perhatian, hadiah, dan ungkapan cinta. Namun, ketika kamu tidak merespons dengan cara yang sama, mereka bisa membuatmu merasa seakan bersalah.

Misalnya, kamu jadi dianggap kurang peduli karena tidak membalas pesan secepat mereka, atau kamu terkesan tidak siap ke dalam hubungan yang lebih serius.

Seolah-olah kamu memiliki kewajiban untuk membalas semua usaha tersebut dengan cara yang mereka harapkan.

"Orang narsistik membutuhkan pemujaan dan rasa terima kasih penuh atas semua usaha mereka. Jika hal itu tidak diberikan, mereka akan merasa kecewa dan mulai merendahkan target, seakan meminta imbalan atas 'semua yang telah mereka lakukan' untuk orang tersebut. Sejak awal, semua itu memang sebuah jebakan," ujar psikolog klinis Ivy Margulies.

[Gambas:Video CNN]

(fef)

placeholder