51 penerbangan di Kualanamu alami penyesuaian akibat abu vulkanik GAK
Medan (ANTARA) - PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang menyebut terdapat 51 penerbangan mengalami penyesuaian akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Data sementara sebanyak 51 penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami penyesuaian," jelas Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi Mohamad Hikmat Hidayat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Ahad.
Pembatalan ini, lanjut dia, karena operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Cengkareng, Banten dan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) di Jakarta terganggu.
Kedua bandara tersebut terpaksa ditutup akibat terdampak sebaran abu vulkanik menyusul erupsi GAK di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.
"Kondisi tersebut berdampak bagi penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, khususnya penerbangan yang terhubung dengan CGK dan HLP," jelasnya.
Baca juga: InJourney: 1.039 penerbangan di Bandara Soetta terdampak erupsi GAK
Di antaranya satu penerbangan internasional rute Amsterdam (AMS) menuju Soekarno-Hatta (CGK) mengalami pengalihan penerbangan (diverted) di Bandara Internasional Kualanamu.
Data penerbangan terdampak tersebut bersifat sementara, dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi operasional penerbangan serta kebijakan masing-masing maskapai.
"Operasional Bandara Internasional Kualanamu hingga saat ini tetap berjalan normal," tegas Hikmat.
Pihaknya juga terus berkoordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, maskapai, otoritas bandara, serta seluruh pemangku kepentingan guna memantau perkembangan kondisi.
Selain itu, juga memastikan operasional penerbangan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pengguna jasa bandara.
"Para calon penumpang secara berkala kita imbau agar memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya lewat maskapai masing-masing sebelum menuju bandara," tutur Hikmat.
Baca juga: Erupsi GAK, Menhub: 1.558 penerbangan terdampak di delapan bandara
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.