peezycoineth.vip

6 Gunung Api Erupsi Hampir Bersamaan, Pakar UGM Bongkar Faktanya

2026-09-10 00:40

AKURAT.CO Aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia yang terjadi dalam waktu berdekatan sempat dikaitkan dengan berbagai narasi konspirasi, termasuk dugaan campur tangan teknologi.

Namun, pakar vulkanologi menegaskan fenomena tersebut masih dapat dijelaskan melalui proses alamiah dan mekanisme geologi.

Pakar Vulkanologi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Agung Harijoko, mengatakan erupsi gunung api pada dasarnya merupakan proses alami yang berkaitan dengan kondisi magma dan tekanan gas di dalam bumi.

Menurut dia, hingga kini tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa erupsi gunung api di Indonesia dipicu teknologi frekuensi maupun rekayasa manusia.

"Jadi tidak ada kaitannya dengan teknologi frekuensi atau apa itu ya. Belum ada buktinyalah kalau mau dikatakan seperti itu. Jadi tetap kalau saya percaya itu proses alami, proses geologi," kata Agung saat diskusi di UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (9/9/2026).

Ia menilai munculnya aktivitas erupsi pada enam gunung api dalam waktu yang relatif berdekatan bukan sesuatu yang mustahil.

Fenomena tersebut, kata dia, dapat terjadi karena setiap gunung memiliki sistem magmanya sendiri.

"Sangat mungkin terjadi, jadi tidak ada campur tangan manusia," tegasnya.

Enam Gunung Api Aktif Bersamaan

Enam gunung api yang menjadi perhatian karena mengalami erupsi atau peningkatan aktivitas dalam periode berdekatan tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok dan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Agung menjelaskan, aktivitas tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antargunung. Masing-masing gunung memiliki dapur magma dan kondisi geologi yang berbeda.

"Sangat bisa (erupsi dalam waktu berdekatan), karena mereka punya sistem sendiri-sendiri. Jadi bukan artinya gunung sini memengaruhi yang lain, itu tidak. Tapi memang mereka kebetulan kondisi di masing-masing gunung api itu memang sudah memungkinkan untuk terjadi erupsi," ungkapnya.

Baca Juga: Hari Ini, Basarnas Fokuskan Pencarian Jurnalis Hilang di Utara Gunung Anak Krakatau