7 Barang yang Sebaiknya Tidak Dimasukkan ke Bagasi Pesawat
Jangan Masukkan 7 Barang Ini ke Bagasi Pesawat
CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 13:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Saat bepergian menggunakan pesawat, mengatur barang bawaan menjadi hal penting. Pasalnya, tidak semua barang dapat dibawa bebas demi menjaga keamanan penerbangan.
Berikut daftar barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi untuk menghindari kendala pemeriksaan di bandara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap maskapai dan negara memiliki aturan tertentu terkait pembatasan barang bawaan, terutama yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan. Beberapa barang mungkin terlihat aman digunakan sehari-hari, tetapi dapat menimbulkan risiko jika dibawa dalam pesawat.
Aturan ini umumnya mengacu pada standar keselamatan penerbangan internasional seperti ketentuan dari International Air Transport Association (IATA) dan International Civil Aviation Organization (ICAO).
Selain itu, terdapat barang tertentu yang membutuhkan persetujuan maskapai sebelum dibawa ke dalam pesawat.
Pilihan Redaksi
- Istri Pilot Beberkan Kursi yang Harus Dihindari Saat Naik Pesawat
- Sering Jadi Rebutan, Siapa Berhak Pakai Sandaran Tangan Kursi Pesawat?
- 7 Cara Ini Bisa Menghemat Biaya Bagasi Pesawat, Mudah Lho!
Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan, pastikan Anda mengecek kembali isi koper agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dikutip dari laman Singapore Airlines, berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.
1. Bahan peledak dan mudah terbakar
Barang pertama yang dilarang untuk dimasukkan ke dalam bagasi adalah benda yang mengandung bahan peledak atau mudah terbakar. Contohnya seperti kembang api, petasan, suar, amunisi, hingga benda dengan kandungan bahan piroteknik lainnya.
Selain itu, cairan mudah terbakar seperti cat, lem tertentu, bahan bakar korek, dan bahan kimia berisiko tinggi juga tidak diperbolehkan.
Barang-barang tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan karena berpotensi memicu kebakaran atau reaksi berbahaya selama perjalanan udara.
2. Gas bertekanan dan bahan kimia berbahaya
Gas bertekanan seperti tabung butana, propana, tabung selam, hingga isi ulang bahan bakar korek termasuk barang yang tidak boleh dibawa dalam bagasi. Perubahan tekanan selama penerbangan dapat meningkatkan risiko kebocoran atau kerusakan pada wadah penyimpanan gas.
Selain itu, bahan kimia berbahaya seperti pemutih konsentrasi tinggi, zat korosif, pestisida, racun, asam, alkali, hingga material radioaktif juga masuk dalam kategori barang terlarang. Barang tersebut dapat membahayakan penumpang, kru, maupun pesawat.
3. Power bank dan baterai lithium cadangan
Salah satu barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi adalah power bank atau baterai lithium cadangan. Barang elektronik dengan baterai lithium memiliki aturan khusus karena dapat menimbulkan risiko panas berlebih jika mengalami kerusakan.
Power bank dan baterai cadangan umumnya harus dibawa ke kabin, bukan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat. Pastikan juga kapasitas baterai sesuai dengan aturan maskapai sebelum bepergian.
Hindari membawa baterai yang rusak atau pernah mengalami penarikan produk demi keamanan penerbangan.
Simak barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi pesawat lainnya di halaman berikutnya..
HALAMAN: