peezycoineth.vip

7 Cara Merendam Kacang Hijau agar Cepat Empuk dan Tidak Mudah Hancur Saat Dimasak

2026-09-23 10:55

Merendam Kacang Hijau agar Cepat Empuk  (AI Generated)

Perbesar

Merendam Kacang Hijau agar Cepat Empuk (AI Generated)

Liputan6.com, Jakarta - Kacang hijau sering membutuhkan waktu cukup lama untuk menjadi empuk, terutama jika langsung dimasak tanpa persiapan sebelumnya. Masalah lainnya, proses perebusan yang terlalu lama justru dapat membuat kulit kacang pecah dan bagian dalamnya terlalu lembek. Kondisi ini tentu kurang ideal jika kacang hijau ingin digunakan untuk bubur, isian kue, kolak, atau olahan lain yang membutuhkan tekstur tetap bagus.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah merendam kacang hijau sebelum dimasak. Perendaman membantu biji menyerap air sehingga proses pelunakan saat direbus dapat berlangsung lebih cepat. Namun, lama perendaman dan cara menanganinya tetap perlu diperhatikan karena kacang yang terlalu lama terendam atau dimasak secara berlebihan bisa lebih mudah hancur.

Agar hasilnya tidak sekadar empuk tetapi juga tetap utuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak tahap memilih dan mencuci kacang hingga proses perendaman dan perebusan. Lantas bagaimana saja cara merendam kacang hijau agar cepat empuk dan tidak mudah hancur saat dimasak? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (23/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pilih Kacang Hijau yang Masih Segar dan Kondisinya Seragam

3. Sumber Energi dan Penambah Darah

Perbesar

kacang hijau mengandung zat besi yang cukup tinggi./copyright pexels/ganajp

Sebelum membahas teknik perendaman, kondisi kacang hijau yang digunakan perlu diperhatikan terlebih dahulu. Pilih kacang hijau yang bijinya relatif utuh, tidak berbau apek, tidak berlubang karena serangga, dan tidak menunjukkan tanda-tanda berjamur. Kacang hijau yang kualitasnya masih baik cenderung memiliki kondisi biji yang lebih seragam sehingga proses menyerap air selama perendaman dan melunak saat dimasak dapat berlangsung lebih merata.

Kacang hijau yang sudah terlalu lama disimpan juga dapat memberikan hasil berbeda ketika dimasak. Ada biji yang cepat lunak, tetapi ada pula yang tetap keras meskipun sudah direbus cukup lama.

Perbedaan kondisi tersebut sering membuat sebagian kacang sudah pecah sementara bagian lainnya masih terasa keras. Karena itu, jika ingin mendapatkan tekstur yang lebih konsisten, sebaiknya pisahkan biji yang keriput, berubah warna, pecah tidak wajar, atau terlihat rusak sebelum masuk ke tahap pencucian.

Setelah disortir, timbang atau takar kacang sesuai kebutuhan agar jumlah air untuk merendam dapat disesuaikan. Jangan langsung memasukkan kacang ke dalam air tanpa diperiksa karena kotoran kecil atau biji yang tidak layak dapat ikut terendam.

Langkah sortir memang terlihat sederhana, tetapi dapat membantu menghasilkan kacang hijau yang lebih seragam setelah dimasak. Ini juga menjadi tahap awal agar proses berikutnya, termasuk perendaman dan perebusan, lebih mudah dikontrol.

2. Cuci Kacang Hijau Sebelum Direndam

Air

Perbesar

Air (foto: Pexels/Burst)

Kacang hijau sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum direndam untuk menghilangkan debu, sisa kotoran, atau partikel lain yang mungkin menempel pada permukaan biji. Masukkan kacang ke dalam wadah, kemudian bilas menggunakan air bersih sambil diaduk perlahan. Lakukan beberapa kali hingga air bilasan terlihat lebih bersih. Hindari menggosok kacang terlalu keras karena sebagian biji dapat retak dan akhirnya lebih mudah hancur ketika dimasak.

Proses pencucian juga menjadi kesempatan kedua untuk memeriksa kondisi kacang. Biji yang mengapung, rusak, atau memiliki tampilan yang berbeda dapat diperiksa dan dipisahkan jika memang tidak diperlukan. Setelah itu, tiriskan sebelum memasukkannya ke dalam wadah perendaman. Gunakan wadah yang cukup besar karena kacang hijau akan menyerap air dan ukurannya dapat bertambah selama proses tersebut.

Air yang digunakan untuk merendam sebaiknya merupakan air bersih yang layak digunakan untuk makanan. Hindari menggunakan air yang sudah tercampur bahan lain atau air rendaman yang keruh dari proses sebelumnya. Dengan kacang yang sudah bersih, proses perendaman dapat dilakukan dengan lebih nyaman. Tahap ini juga membantu mencegah kotoran ikut terbawa ketika kacang nantinya dimasak menjadi bubur, kolak, atau olahan lainnya.

3. Rendam dengan Air yang Cukup hingga Semua Biji Terendam

Mengolah Kacang Hijau dengan Panci Presto

Perbesar

Mengolah Kacang Hijau dengan Panci Presto. (sumber: YouTube Danur Channel)

Setelah dicuci, masukkan kacang hijau ke dalam wadah yang cukup besar dan tambahkan air hingga seluruh biji terendam. Berikan ruang tambahan karena kacang akan menyerap air selama proses perendaman. Jika air terlalu sedikit dan sebagian kacang berada di permukaan, penyerapan air bisa menjadi kurang merata. Akibatnya, ketika dimasak, sebagian biji dapat cepat lunak sementara yang lain masih membutuhkan waktu lebih lama.

Perendaman dapat dilakukan menggunakan air bersih pada suhu ruang dan waktunya disesuaikan dengan kondisi kacang serta metode memasak yang akan digunakan. Untuk penggunaan rumahan, perendaman selama beberapa jam umumnya dapat membantu biji menyerap air sebelum direbus. Tidak perlu membiarkan kacang terendam tanpa memperhatikan waktunya karena tujuan perendaman adalah membantu proses pelunakan, bukan membuat kacang berada di air selama mungkin.

Selama proses tersebut, sesekali periksa kondisi kacang jika diperlukan. Jika kacang sudah menyerap cukup air dan tampak mengembang, kacang dapat ditiriskan sebelum masuk ke tahap memasak. Air rendaman sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian wajib dari air rebusan. Setelah selesai direndam, kacang dapat dibilas kembali menggunakan air bersih jika diperlukan, kemudian langsung dimasak dengan air baru sesuai kebutuhan resep.

4. Jangan Merendam Terlalu Lama agar Kulit Tidak Mudah Pecah

Kacang Hijau

Perbesar

Kacang Hijau (Foto: Pixabay)

Perendaman memang membantu mempersiapkan kacang hijau sebelum dimasak, tetapi bukan berarti semakin lama selalu semakin baik. Kacang yang terlalu lama berada di dalam air dapat menjadi terlalu lunak pada bagian tertentu dan lebih mudah pecah ketika dipindahkan atau direbus. Karena itu, perhatikan perubahan bentuk dan teksturnya selama perendaman. Jika biji sudah terlihat mengembang dengan baik, tidak perlu terus dibiarkan dalam air.

Selain durasi, kondisi lingkungan juga perlu dipertimbangkan. Perendaman pada suhu ruang dalam waktu yang terlalu panjang dapat membuat air berubah dan menimbulkan aroma yang tidak diinginkan.

Jika memang membutuhkan perendaman lebih lama karena alasan tertentu, kondisi kacang dan air perlu lebih diperhatikan. Untuk kebutuhan memasak sehari-hari, lebih baik merencanakan waktu perendaman sesuai waktu memasak daripada merendamnya secara berlebihan sejak jauh-jauh hari.

Setelah waktu perendaman cukup, tiriskan kacang secara perlahan agar biji tidak banyak mengalami benturan. Jangan mengaduk atau meremas kacang dengan kuat karena kulit yang sudah menyerap air cenderung lebih rentan pecah.

Langkah kecil seperti ini penting jika tujuan akhirnya adalah mendapatkan kacang hijau yang empuk tetapi masih memiliki bentuk. Tekstur akhir juga akan dipengaruhi oleh cara perebusan, sehingga perendaman sebaiknya tidak dipisahkan dari tahap memasak berikutnya.

5. Tiriskan dan Gunakan Air Baru untuk Merebus

Membuat Bubur Kacang Hijau Susu Full Cream

Perbesar

Membuat Bubur Kacang Hijau Susu Full Cream. (AI Generated)

Setelah selesai direndam, kacang hijau dapat ditiriskan dan dibilas menggunakan air bersih sebelum dimasak. Menggunakan air baru untuk merebus membuat proses memasak lebih mudah dikontrol, terutama jika kacang akan digunakan dalam hidangan yang membutuhkan rasa kuah atau santan yang bersih.

Setelah ditiriskan, masukkan kacang ke dalam panci dan tambahkan air secukupnya. Jumlah air dapat disesuaikan dengan jenis makanan yang akan dibuat.

Jika ingin membuat bubur kacang hijau, air rebusan biasanya perlu lebih banyak karena sebagian cairan akan menjadi bagian dari hidangan. Sementara itu, untuk kacang hijau yang hanya ingin dibuat empuk sebagai bahan isian atau campuran, jumlah air dapat disesuaikan agar tidak terlalu banyak.

Yang terpenting, jangan mengisi panci terlalu penuh karena kacang dan air akan mengalami perubahan volume selama proses memasak. Panci yang terlalu penuh juga dapat membuat proses pengadukan menjadi sulit.

Saat merebus, gunakan panas yang dapat dikontrol dan perhatikan kondisi kacang secara berkala. Setelah air mulai mendidih, panas dapat disesuaikan agar kacang tidak terus-menerus mengalami guncangan kuat.

Perebusan dengan gelembung yang terlalu agresif dapat membuat kulit kacang lebih mudah pecah, terutama setelah biji sebelumnya menyerap banyak air. Masak hingga tingkat empuk yang diinginkan, kemudian segera lanjutkan ke tahap resep berikutnya agar kacang tidak terus matang dan berubah menjadi terlalu lembek.

6. Hindari Terlalu Sering Mengaduk Kacang saat Direbus

Resep Bubur Kacang Hijau Tanpa Santan yang Lezat (Foto: Gemini AI)

Perbesar

Resep Bubur Kacang Hijau Tanpa Santan yang Lezat (Foto: Gemini AI)

Kacang hijau yang sudah melalui proses perendaman biasanya memiliki tekstur yang lebih lunak dibandingkan sebelum direndam. Karena itu, terlalu sering mengaduknya selama perebusan dapat meningkatkan risiko biji pecah, terutama jika menggunakan sendok atau spatula dengan tekanan cukup kuat. Jika memang perlu mengaduk, lakukan secara perlahan dari bagian bawah panci agar kacang tidak menempel tanpa menghancurkan bijinya.

Pengadukan terutama diperlukan ketika ada bahan lain yang sudah dimasukkan ke dalam panci, misalnya gula atau santan dalam hidangan tertentu. Namun, waktu memasukkan bahan tersebut perlu diperhatikan sesuai resep.

Untuk olahan yang ingin mempertahankan bentuk kacang, sebaiknya hindari aktivitas yang membuat biji terus-menerus bergesekan. Biarkan panas dan air bekerja secara perlahan sampai kacang mencapai tingkat kematangan yang diinginkan.

Perhatikan juga posisi panci di atas kompor. Jika panas terlalu tinggi, air dapat mendidih dengan kuat dan membuat kacang saling berbenturan.

Gunakan panas yang cukup untuk mempertahankan proses perebusan tanpa membuat isi panci bergolak secara berlebihan. Dengan kombinasi perendaman yang tepat, panas yang terkontrol, dan pengadukan minimal, kacang hijau dapat menjadi empuk tanpa seluruh bijinya berubah menjadi bubur.

7. Hentikan Perebusan Saat Tekstur Sudah Sesuai Kebutuhan

Ilustrasi kacang hijau (Foto: freepik/azerbaijan_stockers)

Perbesar

Ilustrasi kacang hijau (Foto: freepik/azerbaijan_stockers)

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah terus merebus kacang hijau meskipun sebenarnya tingkat kematangannya sudah cukup. Setelah kacang mencapai tekstur empuk yang diinginkan, panas dapat dimatikan atau proses memasak dilanjutkan sesuai resep. Kacang akan terus mengalami proses pelunakan selama berada dalam cairan panas, sehingga waktu tambahan yang terlalu panjang dapat membuat kulit pecah dan bagian dalamnya menjadi terlalu lembek.

Untuk menentukan kematangannya, ambil satu atau dua biji menggunakan sendok lalu periksa teksturnya dengan hati-hati. Kacang yang sudah matang seharusnya cukup empuk ketika ditekan, tetapi tingkat kelembutannya perlu disesuaikan dengan hidangan.

Jika akan digunakan untuk bubur yang memang mengutamakan tekstur lembut, kacang dapat dimasak lebih lama. Sebaliknya, jika ingin bijinya masih terlihat utuh sebagai isian atau campuran, hentikan proses sebelum sebagian besar kulit mulai pecah.

Setelah matang, perlakukan kacang dengan lembut saat dipindahkan atau dicampurkan dengan bahan lain. Jangan langsung mengaduk kuat-kuat hanya untuk mencampurkan kuah atau bahan tambahan.

Jika hidangan membutuhkan santan, gula, atau bahan lainnya, ikuti urutan memasak yang sesuai dengan resep agar tekstur kacang tetap terjaga. Dengan begitu, proses merendam bukan hanya membantu mempercepat pelunakan, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan untuk mendapatkan kacang hijau yang empuk, matang merata, dan tidak mudah hancur.

1. Berapa lama sebaiknya kacang hijau direndam sebelum dimasak?

Kacang hijau dapat direndam selama beberapa jam sebelum dimasak agar biji menyerap air dan lebih cepat lunak ketika direbus. Lama perendaman dapat disesuaikan dengan kondisi kacang dan resep yang akan dibuat. Hindari merendam terlalu lama karena biji yang terlalu banyak menyerap air dapat lebih mudah pecah saat dimasak.

2. Apakah kacang hijau harus dicuci sebelum direndam?

Ya, kacang hijau sebaiknya disortir dan dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan debu, kotoran, serta memisahkan biji yang rusak. Setelah dicuci, kacang dapat direndam menggunakan air bersih dalam wadah yang cukup besar agar seluruh biji terendam dan memiliki ruang untuk mengembang.

3. Mengapa kacang hijau sudah lama direbus tetapi masih keras?

Kondisi kacang, lama penyimpanan, proses perendaman, dan cara memasak dapat memengaruhi tingkat keempukannya. Kacang yang sudah lama disimpan terkadang membutuhkan waktu lebih panjang untuk melunak. Perendaman sebelum direbus dapat membantu mempersiapkan biji sehingga proses memasaknya lebih mudah.

4. Bagaimana agar kacang hijau tidak mudah hancur saat direbus?

Hindari merebus dengan panas yang terlalu tinggi, terlalu sering mengaduk, atau memasaknya jauh lebih lama dari tingkat kematangan yang dibutuhkan. Setelah kacang cukup empuk, segera hentikan proses perebusan atau lanjutkan sesuai tahapan resep agar teksturnya tidak berubah menjadi terlalu lembek.

5. Apakah air rendaman kacang hijau perlu dibuang sebelum direbus?

Kacang hijau dapat ditiriskan dan dibilas sebelum dimasak menggunakan air baru. Cara ini memudahkan pengaturan jumlah air dan cocok terutama jika kacang akan digunakan untuk membuat bubur, kolak, atau hidangan lain yang membutuhkan kuah dengan rasa dan tampilan yang bersih.

Tantiya Nimas NurainiAnugerah Ayu Sendari

Tantiya Nimas Nuraini, Anugerah Ayu SendariTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan