8 Makanan Tertua di Indonesia, Urap Sudah Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu!
Jakarta -
Urap hingga pecel ternyata sudah disantap sejak ratusan tahun lalu. Sejumlah makanan tertua di Indonesia ini bahkan tercatat dalam prasasti dan karya sastra kuno.
Indonesia memiliki beragam makanan tradisional yang tak hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga menyimpan sejarah panjang.
Beberapa hidangan bahkan telah dikenal sejak ratusan hingga lebih dari seribu tahun lalu dan tercatat dalam prasasti maupun karya sastra kuno. Sebagian makanan tersebut masih mudah ditemukan dan disantap hingga sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari situs resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) (17/09/2026), berikut delapan makanan tertua di Indonesia yang menjadi bagian dari perjalanan panjang kuliner Nusantara dan terus diwariskan lintas generasi sampai saat ini.
1. Urap
Urap. Foto: Getty Images/Hari Sucahyo
Urap merupakan hidangan sayuran rebus yang disajikan bersama kelapa parut berbumbu. Sayurannya dapat berupa kangkung, bayam, kacang panjang, tauge, daun singkong, hingga kol.
Bumbunya menggunakan bawang merah, bawang putih, kencur, terasi, dan cabai yang dihaluskan bersama kelapa parut. Hidangan sederhana ini ternyata sudah dikenal sejak masa Kerajaan Medang.
Keberadaan urap tercatat dalam Prasasti Linggasutan yang berasal dari tahun 929 Masehi, sehingga jejak sejarahnya telah mencapai lebih dari seribu tahun.
2. Dendeng
Ilustrasi dendeng batokok Foto: Shutterstock
Selama ini dendeng populer sebagai salah satu olahan daging khas Minang, meski hidangan serupa juga ditemukan di Jawa dengan variasi berbeda. Makanan ini dibuat dari daging sapi yang diiris tipis, kemudian dibumbui dan dikeringkan sehingga lebih awet.
Proses tersebut menghasilkan tekstur yang cenderung kering dan renyah. Jejak dendeng ternyata sudah ditemukan sejak abad ke-10. Hidangan ini disebut dalam Prasasti Taji yang bertarikh 901 Masehi, menjadikannya salah satu olahan daging tertua di Indonesia.
3. Dodol
Dodol. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/YU Foto: ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin
Teksturnya kenyal dengan cita rasa manis membuat dodol tetap digemari sampai sekarang. Kota Garut, Jawa Barat, menjadi salah satu daerah yang terkenal dengan olahan dodolnya, tetapi makanan ini juga mempunyai beragam versi di daerah lain.
Dodol termasuk makanan tradisional dengan sejarah panjang di Nusantara. Meski tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali hiddangan ini tercipta, tapi keberadaannya disebut dalam Ramayana versi Jawa, salah satu karya sastra India awal yang diadaptasi masyarakat Jawa.
Catatan tersebut menunjukkan dodol sudahmenjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat sejak masa lampau.
4. Lalapan
Sambal Bebas Ambil, Lalapan di WGP Ini Jadi Langganan Hotman Paris Foto: Diah Afrilian/detikcom
Lalapan masih menjadi pelengkap lauk yang akrab dalam keseharian masyarakat Indonesia. Hidangan ini biasanya terdiri dari sayuran segar seperti kemangi, selada, mentimun, tomat, atau terong.
Lalapan umumnya disantap bersama nasi, lauk, sambal, dan kerupuk. Kebiasaan menyantap sayuran seperti ini ternyata sudah berlangsung sejak masa Kerajaan Medang.
Keberadaan lalapan tercatat dalam Prasasti Jeru-jeru bertarikh 930 Masehi. Meski telah melewati perjalanan panjang, cara penyajiannya masih bertahan dan mudah dijumpai di berbagai tempat makan hingga sekarang.
5. Nasi Jemblung
Nama nasi jemblung mungkin belum familiar bagi sebagian orang, tetapi makanan ini memiliki sejarah panjang dan bisa dibilang salah satu yang tertua di Indonesia.
Dalam bahasa Jawa, 'jemblung' berarti berbentuk bulat dengan lubang di bagian tengah. Lubang pada nasi biasanya diisi lauk, seperti telur rebus, semur daging, sambal terasi, lalapan tomat, dan kerupuk kulit sapi.
Pada masa lalu, nasi jemblung disebut sebagai makanan yang disantap kalangan bangsawan. Hidangan ini bahkan dikisahkan menjadi salah satu makanan kesukaan Pakubuwono X dari Keraton Surakarta.
6. Papeda
Google Doodle Papeda Foto: Google
Papeda merupakan makanan khas Papua yang disebut telah disantap masyarakat selama berabad-abad, khususnya masyarakat Dani. Hidangan ini terbuat dari tepung sagu murni yang dicampur dengan air mendidih hingga menghasilkan tekstur lengket dan kenyal.
Papeda biasanya disantap bersama ikan berkuah kuning. Cara makannya juga khas. Adonan papeda digulung menggunakan sumpit, lalu dipindahkan ke piring sebelum disiram kuah.
Sagu sebagai bahan utamanya membuat papeda tetap menjadi salah satu makanan yang lekat dengan tradisi kuliner Papua.
7. Jadah dan Wajik
Wajik Week Foto: Instagram Wajib Week
Jadah dan wajik merupakan dua makanan tradisional Jawa yang disebut telah dikenal sejak masa Majapahit. Jejak keduanya tercatat dalam kitab Nawa Ruci. Meski sama-sama menggunakan beras ketan, karakter rasanya berbeda.
Jadah dibuat dari perpaduan beras ketan dan kelapa parut sehingga menghasilkan rasa gurih. Sementara itu, wajik memadukan beras ketan dengan gula merah yang memberikan rasa manis.
Kedua jajanan tersebut masih bertahan hingga sekarang dan kerap ditemukan sebagai bagian dari sajian tradisional Jawa.
8. Pecel
Rekomendasi Nasi Pecel Jakarta Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom
Pecel yang terdiri dari sayuran rebus dengan siraman sambal kacang ternyata memiliki sejarah sejak abad ke-9. Jejak makanan ini ditemukan dalam Kakawin Ramayana.
Seiring perkembangannya, pecel melahirkan banyak variasi di berbagai daerah. Ada pecel Madiun, pecel Ponorogo, pecel bledek dengan sambal kacang pedas, hingga pecel tumpang yang menggunakan sambal berbahan tempe fermentasi.
Ada pula pecel bunga turi yang menambahkan bunga turi rebus ke dalam campuran sayurannya. Bahan ini membuat ragam pecel semakin kaya.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Santai Bareng Keluarga di Rumah Makan dengan Suasana Perkampungan"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)