Abdul El Sayed, Muslim Pertama yang Bakal Jadi Senator AS
Jakarta, CNN Indonesia --
Abdul El Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan (primary) Senat Amerika Serikat di negara bagian Michigan.
Kandidat dari Partai Demokrat tersebut mengalahkan anggota parlemen Haley Stevens dengan selisih suara sangat tipis.
El-Sayed unggul atas Stevens dengan 14.893 suara, kurang dari 1 persen, dari 1,5 juta lebih surat suara yang dihitung. Ini merupakan jumlah suara terbanyak dalam sejarah negara bagian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenangan Abdul, menurut pendapat saya, adalah kemenangan paling luar biasa yang dapat saya bayangkan dalam politik Amerika modern," kata Senator Bernie Sanders, pemimpin gerakan progresif yang merupakan pendukung awal pencalonan El Sayed, seperti dikutip Associated Press.
Setelah ini, El Sayed masih harus menghadapi kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam pemilihan di bulan November.
Profil Abdul El Sayed
El Sayed merupakan mantan pejabat kesehatan masyarakat berusia 41 tahun. Ia lahir di Detroit dari ayah kelahiran Mesir dan ibu kelahiran Amerika.
Dia belum pernah memegang jabatan publik setelah kalah dalam pemilihan pendahuluan untuk kursi gubernur di Michigan.
Usai menang primary, El Sayed sempat berkata bahwa jika bukan karena "kebetulan sejarah", dirinya mungkin sudah menjadi sopir taksi di Mesir.
"Jika bukan karena kebetulan sejarah yang memungkinkan ayah saya bermigrasi ke Detroit untuk kuliah di Wayne State University, saya mungkin sudah menjadi sopir taksi di Mesir, seperti sepupu-sepupu saya," ucapnya, seperti dikutip AFP.
"Saya berkesempatan mengenyam pendidikan di sekolah negeri yang luar biasa dan universitas negeri yang hebat. Biaya pendidikan kedokteran saya juga ditanggung. Itulah yang diberikan Amerika kepada saya," lanjut dia.
El Sayed, yang merupakan ahli epidemiologi terlatih, memiliki rekam jejak akademis yang prestisius.
Ia lulusan University of Michigan dan Columbia University di New York, serta pernah menempuh studi di Oxford melalui beasiswa Rhodes yang sangat bergengsi.
Ia pernah menjadi direktur layanan kesehatan masyarakat untuk Wayne County, wilayah yang mencakup Detroit.
El Sayed merupakan sosok karismatik dengan kemampuan berbicara yang memikat. Ia terbukti piawai dalam kampanye yang menjadi pertarungan internal Partai Demokrat antara kubu moderat dan kubu berhaluan kiri seperti Bernie Sanders.
Michigan merupakan wilayah penentu (swing state) dalam pemilihan umum di AS. Presiden AS Donald Trump memenangkan negara bagian yang secara tradisional merupakan basis pekerja kerah biru dan industri manufaktur otomotif tersebut dalam pemilihan presiden tahun 2024.
El Sayed mengandalkan dukungan dari basis progresif yang marah atas masa jabatan kedua Trump untuk meraih kemenangan. Ia juga berfokus pada isu-isu mendasar penting bagi berbagai kalangan lintas spektrum politik.
El Sayed pernah menyatakan niat untuk "menghilangkan pengaruh uang dalam politik, menempatkan uang di saku Anda, dan mengesahkan kebijakan Medicare untuk semua."
Menghadapi manuver El Sayed, Partai Republik melabelinya sebagai seorang ekstremis berbahaya, sambil menyoroti identitas Arab dan Muslimnya.
El Sayed dikenal sebagai pengkritik keras Israel. Namun, ia telah menegaskan dirinya bukan antisemitisme.
Tokoh-tokoh Partai Republik, termasuk Trump, telah menuding El Sayed pembenci Yahudi dan Israel, serta simpatisan jihadis.
"Aliansi komunis dan kelompok Islamis sedang mengambil alih Partai Demokrat," komentar Kaukus Senat Partai Republik.
Narasi semacam ini kemungkinan besar akan mendominasi pemilihan paruh waktu pada November.
(blq/bac)
[Gambas:Video CNN]