Adidas Hyperboost Edge Hadir, Bawa Sensasi Baru untuk Pelari Jalanan
Jakarta -
adidas memperkenalkan Hyperboost Edge, sepatu lari terbaru yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berlari yang lebih nyaman, ringan, dan responsif.
Menggabungkan tiga teknologi utama, yakni midsole Hyperboost Pro, upper PRIMEWEAVE, dan outsole LIGHTTRAXION, sepatu ini menawarkan perpaduan antara bantalan empuk, dorongan energi, serta bobot ringan dalam satu perangkat lari.
Hyperboost Edge menjadi sepatu lari berbobot ringan pertama dihadirkan tanpa menggunakan pelat (non-plated). Berbeda dengan sepatu lari berpelat yang biasanya menggunakan struktur lebih kaku untuk membantu memberikan dorongan tambahan, sepatu ini mengandalkan teknologi busa terbaru yang dapat mengikuti gerakan alami kaki saat berlari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan konsep tersebut, pelari tetap mendapatkan pijakan yang ringan sekaligus dorongan energi di setiap langkah. Memiliki bobot hanya 255 gram, Hyperboost Edge dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal tanpa mengurangi responsivitas saat digunakan.
GM Adidas Running, Patrick Nava mengatakan Hyperboost Edge menjadi wujud inovasi adidas dalam menghadirkan sepatu yang mampu menjawab kebutuhan pelari dengan menggabungkan tiga elemen utama, yakni bantalan, energi, dan bobot ringan.
"Kami ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar transformatif bagi para pelari. Hyperboost Edge adalah wujud nyata dari Power of Three-bantalan, energi, dan bobot yang ringan berpadu secara sempurna dalam satu sepatu. Dengan memadukan ketiga elemen tersebut tanpa kompromi, kami berhasil menciptakan sebuah super-trainer yang terasa ringan saat dikenakan, responsif di setiap langkah, serta memberikan bantalan optimal ketika kaki menyentuh permukaan," ujar Patrick Nava dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
"Sepatu ini dirancang untuk mendukung pelari dalam berbagai jenis jarak tempuh. Ini baru permulaan dari berbagai potensi yang dapat dihadirkan Hyperboost Pro bagi portofolio produk performa kami," imbuhnya.
Teknologi Hyperboost Pro Jadi Andalan untuk Performa Lari Lebih Optimal

Foto : dok. adidas
Salah satu teknologi utama dalam Hyperboost Edge terdapat pada Hyperboost Pro foam, material busa terbaru yang menjadi bagian penting dari sistem bantalan sepatu. Teknologi ini mengadopsi midsole balapan kelas elite dari adidas, namun disesuaikan agar dapat mendukung berbagai kebutuhan lari, mulai dari latihan rutin hingga sesi dengan jarak tempuh tinggi.
Bagian sol sepatu dibuat dengan ukuran 45 mm pada area tumit dengan perbedaan tinggi 6 mm antara bagian belakang dan depan kaki. Kombinasi tersebut membantu memberikan pijakan yang lebih empuk sekaligus menghadirkan sensasi dorongan energi saat pelari melangkah.
Teknologi Hyperboost Pro dikembangkan melalui pengujian laboratorium adidas serta riset konsumen bersama German Sport University Cologne. Dalam studi yang melibatkan 60 pelari, Hyperboost Edge menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan sepatu yang biasa digunakan para peserta.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan:
- Sebanyak 73% pelari lebih menyukai kemampuan Hyperboost Edge dalam mengembalikan energi saat berlari.
- Sebanyak 77% peserta merasakan bantalan yang lebih lembut.
- Lebih dari separuh peserta memilih Hyperboost Edge karena tingkat kenyamanan yang diberikan.
- Mayoritas peserta menilai sepatu ini memberikan pengalaman berlari yang lebih baik secara keseluruhan.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Hyperboost Pro mampu menghadirkan standar baru dalam teknologi sepatu lari.
PRIMEWEAVE dan LIGHTTRAXION Lengkapi Kenyamanan Saat Berlari

Foto : dok. adidas
Selain teknologi bantalan, adidas juga memperkuat Hyperboost Edge melalui bagian atas sepatu (upper) dan sol luar (outsole). Upper PRIMEWEAVE menggunakan material yang lembut dan ringan sehingga kaki tetap terasa nyaman sekaligus mendapatkan dukungan yang pas saat bergerak.
Pada bagian tumit, adidas menambahkan heel pods terintegrasi yang berfungsi memberikan bantalan tambahan sekaligus menjaga stabilitas kaki. Fitur ini membantu memberikan rasa nyaman sejak pertama kali sepatu dikenakan hingga saat digunakan berlari.
Sementara itu, outsole LIGHTTRAXION menghadirkan daya cengkeram yang terinspirasi dari teknologi sepatu balap adidas. Material ringan yang membentang dari bagian tumit hingga ujung kaki ini membantu menjaga pijakan tetap stabil di berbagai kondisi permukaan.
Dengan struktur yang lebih tipis dan ringan, outsole tersebut membawa karakter performa lini adidas Adizero ke dalam sepatu lari harian. Pelari tetap mendapatkan rasa percaya diri saat melangkah tanpa kehilangan traksi.
Dari sisi desain, Hyperboost Edge juga membawa tampilan baru pada lini sepatu lari adidas. Desain midsole yang tebal dan mengembang mengambil inspirasi dari bentuk industrial dengan fokus utama pada teknologi Hyperboost Pro yang berada di bawah kaki.
Untuk pertama kalinya pada sepatu lari adidas, ikon Three Stripes ditempatkan secara bertumpuk pada bagian midsole. Penempatan tersebut menjadi penegasan terhadap teknologi utama yang menjadi sumber performa sepatu ini.
Bagian upper hadir dengan desain minimalis dan futuristis melalui detail yang lebih bersih, lubang tali tersembunyi, serta elemen ringan yang direkatkan langsung untuk memberikan tampilan modern.
Hyperboost Edge dibanderol US$200 sekitar Rp3,6 juta (kurs dollar saat ini) dan tersedia dalam pilihan warna merah sebagai rilisan perdana.
Para pelari yang ingin mencoba inovasi terbaru Adidas ini dapat memperolehnya melalui outlet resmi adidas maupun adidas.com. Ke depannya, adidas juga akan menghadirkan pilihan warna baru serta rangkaian peluncuran berikutnya untuk melengkapi lini sepatu lari ini.
(adv/adv)