Adrian Yunan Sempat Ingin Menyerah karena Matanya, Kini Rilis Album Solo
Jadi intinya...
- Adrian Yunan kembali bermusik setelah vakum, merilis dua album solo: Sintas dan Jalan Keluar.
- Sempat ingin berhenti karena kondisi mata, musik justru menjadi terapi baginya.
- Kehadiran anak dan keinginan berinteraksi memotivasi Adrian untuk terus berkarya.
Liputan6.com, Jakarta - Setelah vakum cukup lama pasca meninggalkan Efek Rumah Kaca, Adrian Yunan akhirnya kembali merilis karya musik. Ia menelurkan dua album solo, yakni Sintas dan Jalan Keluar. Adrian mengaku sempat berpikir untuk berhenti total dari dunia musik usai kondisi matanya yang semakin memburuk.
"Aku sempat pas setelah rehat itu aku sempat berpikir kayaknya musik nggak ini ya, nggak bisa aku lakuin lagi," ujar Adrian Yunan saat ditemui di Kios Ojo Keos, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Setelah rehat sekitar satu tahun, Adrian akhirnya kembali memegang gitar dan membuat draf lagu di rumah. Proses itu justru menjadi semacam terapi baginya untuk melewati masa-masa sulit. "Akhirnya aku berpikir bahwa ya mau gimana lagi emang ternyata aku terapi juga dengan musik rasanya gitu ya," katanya.
Berjuang Lagi demi Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331838/original/096041700_1787569600-IMG-20260824-WA0003.jpg)
Perbesar
Album Sintas yang dirilis pada 2017 menjadi karya solo pertamanya usai keluar dari ERK. Album ini digarapnya di rumah sembari beradaptasi dengan kondisi fisik dan matanya yang baru. "Menggarap album Sintas tuh sebenarnya adalah usaha aku buat menyiasati kondisi mental lah sebenarnya. Karena aku sempat merasa, 'Aduh nih kayaknya kelarkah hidupku?' gitu ya," ungkapnya.
Kehadiran sang anak juga disebut Adrian menjadi salah satu pematik terbesar yang membuatnya kembali bersemangat berkarya di dunia musik. "Tapi ketika anak udah mulai gede mikir lagi, maksudnya apa ya, anakku butuh sosok yang ayahnya punya spirit fighter gitu ya. Mikir lagi terus aku mau fighting pakai apa ya? Akhirnya musik lagi gitu," tuturnya.
Setelah Sintas, Adrian melanjutkan perjalanan musiknya lewat album kedua berjudul Jalan Keluar. Ide album ini datang dari temannya, yang kerap menemaninya saat proses rekaman berlangsung. "Jalan Keluar emang sebenarnya itu idenya dari teman. Dia waktu itu yang sering ikutan nongkrong waktu aku rekaman tuh di Merah Studio di tempatnya Reza Hilman," jelasnya.
Album Jadi Perayaan Dirinya Keluar Rumah Lagi
Album ini digambarkan Adrian sebagai perayaan atas dirinya yang mulai berani keluar rumah lagi setelah bertahun-tahun beradaptasi dengan kondisi fisik dan penglihatannya yang baru. Baginya, dunia luar terasa asing sekaligus baru untuk dijelajahi kembali. "Rasanya dunia ini baru ya buatku ya. Asing gitu sebagai seorang yang nggak lihat, dan ternyata juga banyak fenomena baru di Jakarta gitu," ungkapnya.
Keinginan untuk kembali beraktivitas di luar rumah itulah yang akhirnya menjadi pematik utama lahirnya album Jalan Keluar, setelah bertahun-tahun ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. "Pematiknya karena emang aku pengen merasa pengen punya perayaan gitu setelah lima tahun lebih di rumah banget," katanya.
Album ini digarap dengan mengajak sejumlah teman berkolaborasi di setiap lagunya, sebagai simbol bahwa Adrian kembali bergaul dan bercerita lewat musik setelah lama menepi. "Jadi aku setiap lagunya nih harus beda-beda nih orangnya gitu. Sebagai penggambaran bahwa aku main lagi, bergaul lagi, curhatan lagi sama orang gitu ya," jelasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Jadi Tersangka, Ruben Onsu Disebut Tetap Mau Bertanggung Jawab