peezycoineth.vip

Airlangga: Rerata Stok BBM RI Hanya 20 Hari, Negara ASEAN Lain hingga 90 Hari - Energi Katadata.co.id

2026-09-23 10:57

Ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia masih jauh di bawah sejumlah negara ASEAN. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut stok BBM Indonesia rata-rata hanya cukup untuk sekitar 20 hari, sedangkan negara ASEAN lainnya bisa mencapai 90 hari.

“Jadi itu menjadi tantangan tersendiri untuk kita,” kata Airlangga dalam acara Antara Business Forum 2026, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (23/9).

Airlangga menekankan, Indonesia perlu memperkuat ketahanan energi. Kepastian terkait ketersediaan energi tidak hanya perlu dilakukan melalui persediaan BBM, tetapi juga kemampuan produksi di dalam negeri.

Menurut Airlangga, Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi BBM melalui kilang dalam negeri. Pemerintah pun mendorong penguatan produksi domestik untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Penguatan ketahanan energi dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan gangguan jalur perdagangan global yang dapat memengaruhi pasokan energi.

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang sektor energi. Airlangga mengatakan, peningkatan kemampuan produksi energi dalam negeri menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kerentanan terhadap gangguan pasokan global.

Di sisi lain, Airlangga memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM hingga akhir 2026. Ia menjelaskan, saat ini ketegangan geopolitik masih berlangsung. Kondisi Amerika dengan Iran yang mengakibatkan terganggunya perlintasan Selat Hormuz sehingga mempengaruhi harga minyak dunia, hingga ketegangan antara Rusia dan Ukraina. 

Airlangga menyebut, dunia sudah mulai dapat beradaptasi dengan dampak dari perang tersebut. Indonesia, kata Airlangga, dapat mengatasi dampak perang lantaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) daoat menjadi bantalan fiskal atau buffer menghadapi harga minyak dunia yang tinggi. 

Alhamdulillah untuk Indonesia transmisi ini masih bisa diredam oleh buffer APBN kita. Sehingga kalau harga minyak di bawah 100 (US$/barel), sekarang harga pembelian pemerintah khusus yang non-subsidi itu di bawah 100 (US$/barel), sekitar 90-an (US$/barel),” kata dia.

Menurut Airlangga, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia di tengah-tengah panasnya gesekan geopolitik yang belum berakhir. Namun, ia memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM hingga akhir 2026. pemerintah

Adapun, harga minyak acuan dunia saat ini telah turun ke bawah US$ 100 per barel.  Penurunan ini terjadi seiring dengan Arab Saudi yang bersiap mengaktifkan kembali jalur pipa utama, East-West.

Penurunan harga minyak global juga didukung oleh pernyataan AS bahwa ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang telah mengguncang Timur Tengah. 

Harga minyak Brent berada di level US$ 99,25 per barel pada pukul 09.09 waktu Singapura, tidak berubah dari perdagangan sebelumnya. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,3% menjadi US$ 90,27 per barel.

Harga minyak masih mencatat kenaikan lebih dari 60% sepanjang tahun ini karena konflik di Timur Tengah mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz. Lonjakan harga tersebut telah mendorong inflasi, dengan harga produk minyak bahkan meningkat lebih tinggi dibandingkan harga minyak mentah.