peezycoineth.vip

Akademisi: Sulut perlu tingkatkan investasi ciptakan pekerjaan

2026-09-25 16:08

Manado (ANTARA) - Guru Besar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof Dr Joy Tulung mengatakan Sulawesi Utara (Sulut) perlu meningkatkan investasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat di daerah tersebut.

"Data ketenagakerjaan memberi pesan yang cukup jelas. Tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 masih berada pada 5,85 persen, sementara pekerja informal mencapai sekitar 55,90 persen dari total pekerja. Pada saat yang sama, Gini Ratio Maret 2026 sedikit meningkat menjadi 0,344," kata Joy, di Manado, Jumat.

Dia mengatakan data itu mempunyai arti, penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan pemerataan hasil pembangunan perlu mendapat perhatian semakin besar.

Investasi memang harus terus didorong, katanya, tetapi investasi yang diperlukan adalah investasi yang menciptakan pekerjaan, membangun rantai pasok lokal, menggunakan produk daerah, melakukan transfer teknologi, dan memberi nilai tambah pada komoditas Sulawesi Utara.

Sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan pariwisata jangan berhenti pada produksi primer. Hilirisasi perlu menjadi agenda yang lebih konkret.

Kelapa, pala, perikanan, produk hortikultura, dan berbagai kekayaan laut Sulut harus semakin banyak diolah di Sulawesi Utara sebelum keluar dari daerah, dengan demikian, nilai tambah dan lapangan kerja juga tinggal di daerah.

Baca juga: Wagub: Sulut butuh investasi berkelanjutan serap potensi SDA

Baca juga: Misi dagang dan investasi Jatim-Sulut catat transaksi Rp1,74 triliun

Ia menjelaskan, Sulut memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak provinsi lain yakni berada di bibir Pasifik dan relatif dekat dengan pasar Asia Timur. Karena itu, konektivitas udara dan laut, logistik ekspor, pariwisata internasional, industri perikanan, serta pengembangan ekonomi biru perlu dijadikan satu strategi besar, bukan program yang berjalan sendiri-sendiri.

Pada akhirnya, ukuran pembangunan tidak berhenti pada berapa persen ekonomi tumbuh, berapa triliun investasi masuk, atau berapa banyak proyek dibangun. Ukuran yang lebih penting adalah apakah masyarakat lebih mudah memperoleh pekerjaan, petani dan nelayan memperoleh harga yang lebih baik, UMKM naik kelas, anak muda tidak harus meninggalkan Sulut untuk mencari kesempatan, serta kemiskinan dan ketimpangan terus menurun.

Di usia ke-62 Sulawesi Utara memiliki modal untuk melangkah lebih jauh. Tantangannya sekarang adalah mengubah pertumbuhan menjadi kesempatan, investasi menjadi pekerjaan, dan pembangunan menjadi kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Semoga Sulawesi Utara semakin maju, produktif, inklusif, dan mampu mengambil peran lebih besar sebagai gerbang Indonesia ke kawasan Asia Pasifik," katanya.

Baca juga: Gubernur Sulut: Empat pilar transformasi dukung pertumbuhan ekonomi

Baca juga: Wamen Investasi arahkan China ke Sulut dan Malut untuk ekonomi biru

Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.