peezycoineth.vip

AKRA targetkan fasilitas LNG di JIIPE Gresik beroperasi pada 2029

2026-09-08 11:52

Jakarta (ANTARA) - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan fasilitas floating storage and regasification unit (FSRU) liquefied natural gas (LNG) di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik beroperasi pada 2029.

"Kami expect untuk memasuki COD (commercial operation date/tanggal operasi komersial) pada semester II 2029," ujar Head of Investor Relation AKRA Ignatius Teguh Prayoga dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa.

Ignatius menyampaikan pembangunan fasilitas tersebut bertujuan untuk mendukung kawasan industri dan kawasan sekitarnya.

Terdapat sejumlah kerja sama yang berlangsung di dalam pembangunan tersebut, salah satunya dengan BP Gas & Power, serta dengan anak usaha BW LNG Global, yakni BW LNG VII Pte. Ltd.

"Sejauh ini, untuk prosesnya, awal bulan Juli kemarin kami sudah menandatangani shipbuilding contract (kontrak pembangunan kapal) dengan Hyundai Heavy Industries untuk membangun 170 ribu meter kubik FSRU,' ucap Ignatius.

AKRA mengalokasikan biaya belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp1 triliun untuk mengembangkan terminal di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga melengkapi fasilitas utilitas di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik.

Ignatius menyampaikan dari Rp1 triliun yang telah dialokasikan, sebesar Rp546 miliar sudah terealisasikan pada semester pertama 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Corporate Secretary AKRA Arum Pawestri Handayani mengatakan AKRA berencana untuk mengembangkan serta monetisasi JIIPE melalui penjualan lahan, aktivitas pelabuhan, dan peningkatan permintaan utilitas.

"Kami juga akan mengembangkan sumber pertumbuhan berikutnya, termasuk utilitas industri, layanan pelabuhan, infrastruktur natural gas dan LNG, energi surya, BBM ritel, serta avtur," kata Arum.

Pengembangan JIIPE dan perluasan layanan utilitas tersebut merupakan dua dari tiga prioritas utama perusahaan.

Arum menyampaikan prioritas lainnya adalah memperkuat bisnis perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), serta kimia dasar melalui pertumbuhan volume yang selektif, keandalan pasokan, dan optimalisasi jaringan.

"Di tengah dinamika geopolitik, volatilitas harga energi dan komoditas, serta perubahan rantai pasok global dan juga tuntutan efisiensi, AKRA melihat kebutuhan pelanggan akan terus berkembang," ucap Arum.

Baca juga: AKRA: Kinerja perusahaan tak terdampak fluktuasi harga minyak dan kurs

Baca juga: AKRA alokasikan Rp1 triliun untuk pengembangan terminal hingga JIIPE

Baca juga: AKRA siap dukung program mandatori biodiesel B50

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.