peezycoineth.vip

Aksi sosial kelompok senandika melalui program Novo social impact - ANTARA News Sumatera Utara

2026-08-05 13:16

Medan (ANTARA) - Kelompok Senandika melalui program Novo social impact mengedukasi anak-anak usia 5-11 tahun agar berani berkata "tidak" ketika menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman sebagai upaya menanamkan kesadaran perlindungan diri sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung di Sikkola Rakyat (Rumah Belajar Jalur Hijau), Medan, Rabu, diikuti puluhan anak melalui metode pembelajaran interaktif yang dikemas dengan permainan edukatif, simulasi, dan sesi tanya jawab.

Ketua Pelaksana Kegiatan Ignatia Carmelita mengatakan edukasi tersebut bertujuan membangun keberanian anak mengenali batasan diri serta memahami bahwa mereka memiliki hak untuk menolak perlakuan yang membuat tidak nyaman.

"Kami percaya perlindungan anak harus dimulai dari hal yang paling sederhana, yakni memberi mereka keberanian mengenali batasan diri dan berkata 'tidak' ketika merasa tidak nyaman. Kami juga ingin anak-anak memahami bahwa selalu ada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dapat dipercaya untuk membantu mereka," ujar Ignatia.

Ia menjelaskan materi yang diberikan mencakup pengenalan batasan diri, cara merespons situasi yang tidak aman, serta pentingnya menyampaikan pengalaman yang dialami kepada orang dewasa yang dipercaya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan dan sesi ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Selanjutnya peserta mengikuti penyampaian materi, permainan edukatif, simulasi sederhana, pembagian hadiah bagi peserta yang aktif, penyerahan cendera mata kepada pihak Sikkola Rakyat, dan diakhiri dengan foto bersama.

Ketua Sikkola Rakyat (Rumah Belajar Jalur Hijau), Albert, menyambut baik kolaborasi tersebut karena dinilai memberikan penguatan terhadap pendidikan karakter sekaligus perlindungan anak.

"Edukasi mengenai perlindungan diri dan keberanian berkata 'tidak' merupakan bekal yang sangat penting bagi anak-anak. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi komunitas belajar lainnya untuk menciptakan ruang yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Kelompok Senandika berharap anak-anak semakin percaya diri menjaga diri, berani menolak perlakuan yang membuat mereka merasa tidak nyaman, serta tidak ragu menyampaikan pengalaman yang dialami kepada orang tua, guru, maupun orang dewasa yang mereka percaya.

Program itu juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak pihak berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui edukasi perlindungan diri sejak usia dini.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.