peezycoineth.vip

Amdatara: Industri perlu berkontribusi atasi persoalan lingkungan

2026-07-23 13:03

Semarang (ANTARA) - Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) menegaskan bahwa kalangan industri terutama air minum dalam kemasan (AMDK) perlu berkontribusi atasi persoalan lingkungan.

Ketua Umum Amdatara Karyanto Wibowo, di Semarang, Kamis, menjelaskan bahwa tuntutan terbesar yang mesti dipikul oleh pelaku industri AMDK tak semata urusan kontribusi ekonomi ke daerah hulu atau sumber.

Lebih daripada itu, kata dia, pelaku industri saat ini juga menghadapi tantangan besar untuk ikut menyelesaikan permasalahan lingkungan yang terjadi.

"Beberapa permasalahan lingkungan yang terjadi, seperti yang terkait dengan sumber daya air (SDA), kemudian isu sampah, isu perubahan iklim, ini menjadi isu yang mengemuka dan juga menjadi agenda dari pemerintah," katanya saat pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Amdatara untuk wilayah Jawa Tengah-DI Yogyakarta periode 2026-2031 di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang.

Ia meminta industri AMDK ini bisa berkontribusi, salah satunya dengan mendukung transformasi menuju industri hijau.

Menurut dia, Jateng-DI Yogyakarta merupakan wilayah strategis bagi industri AMDK di Indonesia, sebab menjadi rumah bagi 131 perusahaan atau sekitar 20 persen dari jumlah pelaku industri AMDK.

"Dengan pertumbuhan ekonomi di Jateng dan DIY, kami melihat DPD ini memang perlu memastikan untuk terus bisa berkolaborasi dengan pemerintah dan juga pemangku kepentingan yang lain. Sehingga industri ini juga bisa terus tumbuh dan berkembang," katanya.

Baca juga: Pemprov Jateng minta industri air minum kemasan jaga lingkungan

Baca juga: Komisi VII DPR serap persoalan industri AMDK dalam kunjungan ke Bogor

Ketua DPD Amdatara Jateng-DIY Rama Zakaria menambahkan bahwa inovasi dan jejaring telah dilakukan pelaku industri sebagai upaya perbaikan.

"Kami sudah bekerja sama dengan bank sampah, salah satunya di Wonogiri yang sudah memiliki 20.000 nasabah. Kami juga memiliki mitra strategis seperti kawan-kawan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS), juga pegiat konservasi lingkungan," katanya.

Anggota DPD Amdatara Jateng-DIY, seperti Ades, Prima, Club, dan lain sebagainya telah memiliki inisiasi untuk mendukung upaya transformasi itu.

Salah satunya, kata dia, salah satu perusahaan AMDK di Kabupaten Semarang yang telah memanfaatkan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebagai sumber energi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng July Emmylia mengakui bahwa sektor industri masih kerap menjadi kambing hitam terhadap kerusakan lingkungan.

Untuk itu, kolaborasi diperlukan untuk bersama-sama menunjukkan dampak pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan dari aktivitas industri yang dilakukan.

"Dengan sama-sama berkomitmen untuk bertransformasi ke industri hijau, maka tidak akan ada lagi anggapan negatif terhadap industri. Karena semuanya bisa berdiri sejalan dan harmonis," katanya.

Ia melanjutkan bahwa transformasi industri hijau pada sektor industri AMDK di Jateng diharapkan mampu melestarikan daya tampung SDA melalui penerapan efisiensi penggunaan air dan energi, pengurangan energi karbon, serta pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Baca juga: Komisi VII minta penyeragaman mekanisme perizinan industri AMDK

Baca juga: Komisi VII dorong regulasi industri AMDK berwawasan lingkungan

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.