peezycoineth.vip

AMI masih proses pembahasan untuk kaji klasifikasi soal AI musik

2026-09-21 23:19

Jakarta (ANTARA) - Perwakilan Tim Sidang Kategorisasi AMI, Syahrani mengatakan bahwa Anugerah Musik Indonesia masih dalam proses pembahasan mengenai kecerdasan artifisial (AI) dalam musik.

Pembahasan itu, kata Syahrani, berdasarkan informasi yang diterimanya masih mengikuti Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri). Secara keseluruhannya masih dalam pembahasan sebagai subjek hukum untuk penerima anugerah itu seperti apa pola-polanya harus dibuat terlebih dahulu.

“Jadi apakah itu 50 persen apa liriknya doang, atau misalnya semua musiknya, musisinya digantiin oleh AI dan segala macam, itu kan banyak sekali pernik-pernik kecil-kecilnya. Karena itu masih belum ditengarai apakah itu bisa masuk ke dalam nantinya sebuah klasifikasi sendiri atau belum,” ujar Syahrani saat ditemui media di Jakarta, Senin.

Hal ini lantaran, lanjut Syahrani, klasifikasi soal AI dalam musik itu akan menimbulkan berbagai pertanyaan dan banyak karya yang diproduksi dengan teknologi tersebut. Karena itu, diperlukan perangkat atau software untuk mendeteksi penggunaan AI yang tentunya membutuhkan modal.

Baca juga: Adele memboyong tiga penghargaan Brit Awards

“Itu kan bukannya sesuatu yang bisa didapat dengan apa ada begitu aja. Jadi itu masih dalam proses. Doain semoga ini semuanya bisa berjalan karena saya rasa di seluruh dunia juga memproses permasalahan ini,” tutur dia.

Lebih lanjut, Syahrani juga mengatakan tantangan buat ke depan AMI Awards karena yang mulai menjadi pembicaraan salah satunya produksi yang berbasis AI.

Ketua Umum Anugerah Musik Indonesia (AMI) Candra Darusman menilai bahwa penggunaan AI tidak bisa dipungkiri, namun, teknologi tersebut hanya sebagai asisten alat bantu.

Menurut Candra, karena pada akhirnya hati kreatornya yang akan menonjol, AI merupakan kumpulan dari warna-warna musik yang dibuat oleh manusia.

“Jadi bagaimana memadukannya itu kita tidak bisa menutup mata, tapi tetap peran manusia itu lebih dominan daripada mesinnya gitu, daripada teknologinya,” kata Candra.

Pewarta : Sri Dewi Larasati
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026