Anak Megawati Soroti Penanganan Karhutla Kalimantan: Singapura dan Malaysia Mulai Protes
Sabtu, 22 Agustus 2026, 16:48 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani mendesak pemerintah bergerak lebih cepat menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah di sejumlah wilayah Kalimantan.
Menurut Puan, persoalan tersebut tidak lagi sekadar menyangkut kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi mulai membawa konsekuensi hingga ke hubungan dengan negara tetangga dari Indonesia yakni Malaysia dan Singapura.
Baca Juga: 12 Tersangka Diamankan, Karhutla di Kalimantan Ternyata Gegara Mau Buka Lahan Sawit
"Beberapa kali kita pernah mendapat nota protes dari negara tetangga akibat dampak Karhutla. Jangan menunggu sampai negara sahabat kembali melayangkan keberatannya karena Karhutla tidak cepat diselesaikan," tegas Puan, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Puan menilai persoalan kabut asap lintas batas harus dipandang serius karena dampaknya tidak berhenti di wilayah dari Indonesia.
Di Malaysia, ratusan sekolah disebut terpaksa diliburkan akibat kondisi udara yang terdampak asap. Sementara itu, Singapura telah mengeluarkan peringatan bagi warganya menyusul kondisi kabut asap tersebut.
Puan, melihat situasi tersebut, meminta pemerintah tidak menunggu sampai persoalan berkembang menjadi tekanan diplomatik baru.
Ia mengingatkan bahwa negara sebelumnya sudah beberapa kali menghadapi protes dari negara tetangga terkait dampak karhutla. Karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan intervensi sebelum situasi semakin meluas.
"Lonjakan titik panas Karhutla harus diperlakukan sebagai situasi yang membutuhkan intervensi cepat. Kondisi Karhutla yang semakin parah, terutama di Kalimantan, harus segera diatasi," ujar Puan.
Puan meminta pemerintah menetapkan zona operasi prioritas berdasarkan tingkat kerawanan kebakaran. Dukungan terhadap operasi pemadaman juga perlu ditambah, termasuk melalui penggunaan peralatan yang memadai.
Namun, perhatian tidak hanya diberikan kepada masyarakat yang terdampak asap. Puan juga meminta keselamatan petugas pemadam menjadi prioritas.
"Termasuk bagi petugas di lapangan agar diberikan perlengkapan yang memadai dan kebutuhan alat pelindung diri serta safety tools seperti baju tahan api, helm khusus, kacamata pelindung, masker respirator, sarung tangan tahan panas, serta sepatu bot lapangan," paparnya.
Adapun Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus diusut aparat kepolisian. Hingga pertengahan bulan ini, sedikitnya 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam sejumlah perkara karhutla, dengan motif pembakaran lahan mulai terungkap di sejumlah wilayah.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memastikan polisi tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi juga mengejar pihak yang diduga menjadi penyebab kebakaran.
Baca Juga: SEMA 3/2026 Jadi Gong Pertarungan Sesungguhnya Jokowi dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa
"Kita lakukan lidik dan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi. Beberapa nama sudah kita amankan," kata Listyo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar