Anggaran Riset Uni Eropa Naik 60,5 Persen, Tembus 150,5 Miliar Dolar AS
Bagikan:
JAKARTA - Pemerintah negara-negara Uni Eropa makin besar mengalokasikan anggaran untuk penelitian dan pengembangan atau R&D. Dalam satu dekade, nilainya naik 60,5 persen dan mencapai sekitar 130,2 miliar euro atau 150,5 miliar dolar AS pada 2025.
Anadolu Agency dikutip Sabtu, 8 Agustus, melaporkan, berdasarkan data Eurostat yang dirilis Jumat, anggaran R&D pemerintah di Uni Eropa setara dengan 0,69 persen produk domestik bruto atau PDB blok tersebut.
Jumlah itu naik 2,4 persen dibandingkan 2024 dan 60,5 persen dibandingkan 2015.
R&D merupakan singkatan dari research and development atau penelitian dan pengembangan.
Jika dihitung per penduduk, alokasi anggaran R&D pemerintah Uni Eropa mencapai 288,9 euro pada 2025. Angka itu naik 57,7 persen dibandingkan 183,2 euro per penduduk pada 2015.
BACA JUGA:
Luksemburg mencatat alokasi tertinggi sebesar 917,2 euro per penduduk. Denmark berada di urutan berikutnya dengan 627,1 euro, disusul Jerman 553,5 euro.
Rumania mencatat alokasi terendah sebesar 18,8 euro per penduduk. Hungaria berada di angka 57,4 euro dan Malta 73,7 euro.
Rumania juga menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang mencatat penurunan alokasi anggaran R&D per penduduk selama periode 2015-2025. Angkanya turun 9,6 persen.
Seluruh negara Uni Eropa lainnya mencatat kenaikan dalam periode yang sama.
Bulgaria membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 495,5 persen, sedangkan Swedia mencatat kenaikan 14,7 persen.
Dari sisi penggunaan, dana umum untuk universitas mendapat porsi terbesar, yakni 37,3 persen dari total alokasi.
Porsi berikutnya sebesar 18,4 persen digunakan untuk pengembangan pengetahuan secara umum.
Sementara produksi industri dan teknologi mendapat 9,5 persen dari total anggaran. Sektor kesehatan memperoleh 6,7 persen, sedangkan pertahanan mendapat 5,8 persen.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+