Anggota DPR Dukung Komitmen Pemerintah Kembangkan Motor Listrik Berbasis Hilirisasi Nikel
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:08 WIB
Jakarta, VIVA – Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto Tamoreka, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam mendorong pengembangan motor listrik nasional yang memanfaatkan baterai berbahan baku nikel produksi dalam negeri.
Baca Juga
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi mineral, meningkatkan daya saing industri nasional, sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih. Komitmen tersebut juga menunjukkan sinergi pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beniyanto mengatakan Indonesia memiliki keunggulan komparatif sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia.
Baca Juga
Oleh karena itu, pengembangan motor listrik nasional harus menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun rantai nilai industri, mulai dari pertambangan, pengolahan dan pemurnian mineral, industri baterai, manufaktur kendaraan listrik, hingga pengembangan ekosistem pendukung seperti infrastruktur pengisian daya dan industri komponen.
"Komitmen Presiden Prabowo dan Menteri ESDM patut kita apresiasi karena menunjukkan arah kebijakan yang tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, tetapi mengoptimalkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Dengan memanfaatkan baterai berbasis nikel produksi nasional, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia. Inilah esensi hilirisasi, yakni menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar melalui industrialisasi berbasis sumber daya alam nasional," ujar Beniyanto, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Baca Juga
Menurut Beniyanto, keberhasilan program motor listrik nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga harus didukung oleh penguatan ekosistem industri secara menyeluruh.
Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan baku, memperluas kapasitas industri baterai, mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, mendorong peningkatan kandungan lokal, serta menciptakan iklim investasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha sehingga industri nasional mampu tumbuh secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebih lanjut, Beniyanto menilai kebijakan tersebut juga akan memberikan dampak berganda terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri manufaktur, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
Selain itu, pengembangan motor listrik nasional membuka peluang yang semakin besar bagi daerah-daerah penghasil nikel seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan wilayah potensial lainnya untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik, mulai dari kegiatan pertambangan, pengolahan dan pemurnian mineral, produksi material baterai, hingga pengembangan industri pendukung.
Halaman Selanjutnya
Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.