Anggota DPR tekankan pengelolaan limbah industri kendaraan listrik
Anggota DPR tekankan pengelolaan limbah industri kendaraan listrik
Jumat, 4 September 2026 15:34 WIB
Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto (dua kanan) beserta jajaran saat mengunjungi fasilitas produksi PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
Subang (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto mengatakan kunjungan kerja beserta jajaran ke fasilitas produksi PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat, merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk memastikan perkembangan industri kendaraan listrik berjalan sejalan dengan kepentingan nasional.
"Kami ingin melihat secara langsung sejauh mana perkembangan industri kendaraan listrik, termasuk kesiapan ekosistemnya, mulai dari investasi, hilirisasi, industri baterai hingga dukungan energi bersih," kata Sigit saat dikonfirmasi, Jumat.
"Kita ingin memastikan investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional, membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas industri dalam negeri, serta mendorong transfer teknologi," ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menekankan pentingnya memastikan pengembangan kendaraan listrik berjalan beriringan dengan agenda transisi energi dan perlindungan lingkungan.
"Kalau kita bicara kendaraan listrik, maka sumber energinya juga harus semakin bersih. Karena itu, pengembangan energi baru dan terbarukan menjadi bagian penting dari ekosistem kendaraan listrik yang harus kita dorong bersama," kata mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya itu.

Sigit berharap sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan DPR RI dapat terus diperkuat sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi mampu menjadi basis produksi dan pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan.
Selanjutnya, Sigit yang akrab disapa SKY itu menekankan pentingnya pengelolaan limbah B3 maupun non-B3 dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
"Pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya berbicara soal investasi dan hilirisasi, tetapi juga harus memastikan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 dilakukan sesuai ketentuan. Aspek lingkungan harus menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional," ujarnya.
Pada kunjungan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Deputi Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), serta Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Selain itu, hadir juga jajaran Direksi PT BYD Auto Indonesia, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Direktur Utama PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), Direksi PT HLI Green Power, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pewarta : -
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.