Anggota Komisi III DPRD Kalsel pertanyakan irigasi Haruyan Dayak dan Kahakan HST - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Athaillah Hasbi yang akrab dengan sapaan Bang Atak mempertanyakan tentang bendungan irigasi Haruyan Dayak dan Kahakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
"Kita perlu pertanyakan soal irigasi Haruyan Dayak dan Kahakan tersebut dengan harapan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel Tahun 2027," ujar Bang Atak ketika dikonfirmasi, Rabu.
Wakil rakyat asal "Bumi Murakata" HST itu mempertanyakan bendungan irigasi Haruyan Dayak dan Kahakan tersebut saat rapat kerja Komisi III DPRD Kalsel dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) provinsi setempat di Banjarmasin, Selasa (21/7/2026) lalu.
Anggota DPRD Kalsel dua periode itu mengungkapkan, semula kedua bendungan irigasi di Kecamatan Haruyan dan Kecamatan Batu Benawa tersebut tidak masuk dalam perencanaan Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR pada APBD 2027.
"Tapi alhamdulillah masuk dalam perencanaan Dinas PUPR pada Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kalsel 2027," ujar mantan pembalap Bumi Murakata HST tersebut.
Murakata singkatan dari musyawarah seiya sekata adalah motto daerah HST yang pengertiannya mengutamakan kebersamaan atau musyawarah mufakat dalam membangun masyarakat dan daerah setempat.
Ketua Pemuda Pancasila Bumi Murakata HST itu menerangkan, bahwa dia mengusulkan normalisasi terhadap kedua bendungan irigasi Haruyan Dayak dan Kahakan yang behulu pada Pegunungan Meratus tersebut.
"Usulan tersebut langsung dijawab Kepala Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib dan memerintahkan Kabid SDA H Wahid mencatar/memasukkan dalam usulan 2027," pungkasnya.
Sementara bendungan irigasi Kahakan mengairi persawahan beberapa kawasan Kecamatan Batu Benawa yang merupakan sentra pertanian HST, pernah sebagai tempat Pekan Nasional (Penas) Tani 1980-an.
Begitu pula bendungan Haruyan Dayak di Kecamatan Haruyan sebagai sentra pertanian HST, dan bendungan tersebut pernah pembangkit listrik hidro mikro. Tapi oleh karena debet air tak memungkinkan sehingga hanya untuk irigasi pertanian.
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.