peezycoineth.vip

Angka Kelahiran Turun, Singapura Beri Bantuan Bayi hingga Nyaris Rp1 M

2026-08-24 11:58

Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura akan memberi bantuan US$70.000 atau sekitar Rp975 juta ke bayi yang lahir dari warga negara itu menyusul angka kelahiran yang rendah selama beberapa tahun terakhir.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyampaikan kebijakan baru itu dalam pidato tahunan pada Minggu (23/8). Dia menyebut pemerintah akan fokus ke kelahiran anak sekaligus orang tua yang membesarkan anak mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap bayi yang lahir akan menerima hadiah bayi $10.000 [atau sekitar Rp139,9 juta]. Hibah MediSave sebesar $5.000 [sekitar Rp69,69 juta]," ujar Wong saat pidato, dikutip situs resmi PM Singapura.

Dia lalu berkata, "Rekening Pengembangan Anak dengan hibah awal sebesar $5.000 [sekitar Rp69 juta] dan hibah tambahan senilai $1.000 hingga $5.000 [sekitar Rp13,9 juta hingga Rp69,69 juta] lagi. Inilah yang Anda dapatkan saat lahir."

Dukungan tak berhenti di sana. Wong mengatakan Setiap anak akan terus mendapat Kredit Anak tahunan sebesar $2.000 (Rp27,87 juta) setiap tahun, dari usia 1 tahun hingga usia 16 tahun. Mereka juga akan mendapatkan tambahan dana Edusave setiap tahun di sekolah dasar dan juga di sekolah menengah.

Kemudian di usia 17 tahun, mereka akan mendapatkan tambahan dana sebesar $10.000 (sekitar Rp139 juta) ke dalam Rekening Pendidikan Pascasarjana mereka.

"Jadi secara keseluruhan, setiap anak di Singapura akan menerima hampir $70.000 [sekitar Rp975 juta] dalam bentuk dukungan keuangan langsung seiring pertumbuhan mereka," imbuh Wong.

Selain soal biaya itu, Wong mengumumkan kebijakan cuti perawatan anak.

Saat ini, setiap orang tua yang bekerja berhak atas hari cuti jika anak bungsu mereka berusia enam tahun atau kurang, dan dua hari jika anak bungsu mereka berusia 7 hingga 12 tahun.

Jumlah hari cuti ini akan ditingkatkan menjadi delapan hari untuk satu anak, berusia hingga 12 tahun, 10 hari untuk dua anak, dan 12 hari untuk tiga anak atau lebih.

Meskipun biaya cuti terkait anak saat ini ditanggung bersama pemerintah dan pemberi kerja, pemerintah akan menanggung pengeluaran semua cuti terkait anak yang diatur dalam undang-undang, hingga batas penggantian tertentu, demikian dikutip South China Morning Post.

Wong mengatakan pemerintah juga akan berupaya mengurangi tarif penitipan anak seharian penuh menjadi S$150 (US$118) per bulan dan biaya perawatan bayi menjadi S$300 di sekolah-sekolah yang didukung pemerintah.

Saat ini, keluarga bisa membayar hampir US$600 per bulan untuk penitipan anak seharian penuh, dan lebih dari US$1.000 per bulan untuk perawatan bayi.

"Pada akhirnya, keputusan untuk memiliki anak adalah keputusan yang sangat pribadi. Kebijakan saja tidak dapat mewujudkannya. Tetapi yang dapat kita lakukan adalah mempermudah warga Singapura yang ingin memiliki anak untuk memulai dan membesarkan keluarga," kata Wong.

"Ini adalah salah satu investasi terbaik yang dapat kita lakukan," imbuh dia.

Angka kelahiran total Singapura turun ke level terendah sepanjang sejarah, yaitu 0,87 pada 2025. Pemerintah telah membentuk kelompok kerja antarlembaga, yang diketuai Menteri di Kantor Perdana Menteri Indranee Rajah, untuk mengatasi tren tersebut.

Meskipun pemerintah akan selalu memastikan bahwa warga Singapura tetap menjadi mayoritas, dalam beberapa tahun mendatang, pertumbuhan populasi dan angkatan kerja secara keseluruhan diperkirakan akan lebih lambat.

(isa/bac)

placeholder