Angka kemiskinan Sumsel turun jadi 9,5 Persen, GSMP dinilai jadi pendorong
Angka kemiskinan Sumsel turun jadi 9,5 Persen, GSMP dinilai jadi pendorong
Jumat, 7 Agustus 2026 20:03 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra saat diwawancarai di Palembang, Jumat (7/8/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Palembang (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan (Sumsel) Edward Candra mengatakan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) turut mendorong penurunan angka kemiskinan di provinsi tersebut.
Sekda Sumsel Edward Candra di Palembang, Jumat, mengatakan program GSMP itu mengubah pola pikir masyarakat dari yang selama ini hanya membeli menjadi memproduksi sendiri, yang sebelumnya konsumtif menjadi produktif dengan memanfaatkan lahan pekarangan, menanam tanaman sederhana yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga.
Pemanfaatan lahan pekarangan untuk menghasilkan kebutuhan pangan keluarga dapat mengurangi pengeluaran masyarakat sekaligus mendorong kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, ujar dia.
Program tersebut, menurut dia, juga dinilai memberikan manfaat dalam menghadapi fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.
Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Sumsel turun menjadi 9,5 persen dari 9,8 persen pada September 2025.
"Kalau pada September 2025 kita sudah menjadi angka satu digit 9,8 persen, maka pada rilis baru ini oleh BPS, angka kemiskinan kita sudah menyentuh 9,5 persen. Jadi ada penurunan sebesar 0,3 persen poin dari angka sebelumnya," katanya.
Menurut dia, penurunan tersebut menunjukkan dampak positif dari berbagai program yang telah dilaksanakan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.
Terkait target penurunan kemiskinan, pihaknya tidak menetapkan target khusus untuk setiap periode, namun terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui berbagai program, kata Edward.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Sumatera Selatan per Maret 2026 mencapai 869.970 orang atau turun 28.300 orang dibandingkan September 2025 yang sebanyak 898.270 orang.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026