peezycoineth.vip

ANTARA apresiasi tali asih jurnalis-ABK yang hilang di Selat Sunda - ANTARA News Bangka Belitung

2026-09-24 13:32

Jakarta (ANTARA) - Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyampaikan apresiasi terhadap pemberian tali asih untuk keluarga dari lima orang jurnalis dan tiga orang anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda.

“Ini menjadi bukti pemerintah melalui BP BUMN peduli terhadap jurnalis. Karena kami juga dari Perum LKBN ANTARA yang merupakan bagian dari BP BUMN, ini menjadi hal yang penting buat kami,” ujar Virgandhi ketika ditemui di sela-sela acara “Penyerahan Tali Asih Kepada Keluarga Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau” yang digelar di Gedung BP BUMN, Jakarta, Kamis.

Adapun sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pemberian tali kasih, yakni LKBN ANTARA, Antara ETP, Peruri, AirNav, Jasa Tirta I, Jasa Tirta II, Pelindo, ASDP, Jasa Marga, dan PTPN IV.

Virgandhi menyampaikan harapannya agar mendapatkan kabar baik terkait para jurnalis dan ABK yang masih hilang kontak.

Dalam kesempatan tersebut, Virgandhi juga menyampaikan ANTARA sebagai Kantor Berita Nasional akan lebih memperhatikan SOP (Standard Operating Procedure/standar prosedur operasional).

“Dalam momen kali ini, kami juga mengucapkan permohonan maaf, mungkin ada kesalahan kami dalam melakukan penugasan dan lain-lain,” ucap Virgandhi.

Momen ini, lanjut dia, akan menjadi evaluasi bagi ANTARA secara berkala dan menegaskan tidak ada berita yang seharga nyawa.

Virgandhi berkomitmen untuk menghadirkan berita yang bisa memberi informasi kepada publik, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jurnalis yang bertugas.

“Karena selain nilai berita, ada keluarga dan lainnya yang memang dengan kejadian ini, banyak hal yang perlu kami pertimbangkan dalam hal melakukan penugasan. Ke depan, kami akan memberikan yang terbaik untuk negara,” tutur dia.

Sebanyak delapan orang rombongan kapal cepat KM Arupadatu I dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9) siang pukul 14.00 WIB, ketika melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Adapun delapan orang tersebut terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (jurnalis Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (jurnalis Merdeka.com), Yudhistiro (jurnalis iNews), Firdaus (jurnalis Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).

Sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu). Mereka dilaporkan hilang kontak, Senin (7/9) siang pukul 14.00 WIB.

Kemudian, pada Sabtu (12/9) Basarnas Bengkulu menerima laporan adanya penemuan mayat tanpa identitas di kawasan Pesisir Sawang Bengkok Desa Khayapu Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Pada Rabu (23/9), Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengungkapkan bahwa hasil pencocokan DNA antara sampel antemortem terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan identitas Surakman atau Sukarman (60).

Pewarta: Putu Indah Savitri
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.