peezycoineth.vip

Apakah makan mie instan setiap hari aman? Ini jawaban dokter

2026-09-20 04:33

Jakarta (ANTARA) - Mi instan memang menjadi salah satu makanan yang sering diandalkan ketika sedang lapar tetapi tidak punya banyak waktu untuk memasak. Harganya relatif terjangkau, cara membuatnya mudah, dan pilihan rasanya juga beragam.

Tidak sedikit orang yang akhirnya menjadikan mi instan sebagai menu harian. Bahkan, ada yang mengonsumsinya hampir setiap hari karena dianggap praktis.

Namun, apakah kebiasaan makan mi instan setiap hari aman untuk kesehatan?

Jawabannya, tidak disarankan menjadikan mi instan sebagai makanan yang dikonsumsi setiap hari. Bukan berarti mi instan sama sekali tidak boleh dimakan, tetapi kandungan gizi dan natrium di dalamnya membuat frekuensi konsumsinya perlu diperhatikan.

Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Juwalita Surapsari, sebelumnya mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi mi instan setiap hari.

Dalam keterangan kepada ANTARA, Juwalita mengatakan masyarakat masih boleh mengonsumsi produk tersebut, tetapi tidak setiap hari dan perlu memperhitungkan makanan lain yang dikonsumsi.

"Kita boleh-boleh saja mengonsumsi produk ini namun tidak setiap hari dan harus memperhitungkan makanan lainnya," kata Juwalita kepada ANTARA.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan garam atau natrium dalam mi instan. Karena itu, konsumsi mi instan sebaiknya tidak dibarengi dengan makanan olahan lain yang juga cenderung tinggi garam, seperti sosis atau bakso.

Baca juga: Mitos atau fakta? Mi instan penyebab usus buntu, ini penjelasannya

Salah satu hal yang paling perlu diperhatikan adalah kandungan natriumnya.

Ahli gizi dan anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Diah Maunah juga menjelaskan bahwa mi instan pada umumnya cenderung tinggi natrium, lemak, dan energi.

Dalam keterangan kepada ANTARA pada Februari 2026, Diah menyebut mi instan rebus umumnya memiliki kandungan natrium lebih dari 1.000 miligram dalam satu bungkus. Jumlah tersebut sudah mengambil porsi besar dari batas asupan natrium harian.

Asupan natrium yang terlalu tinggi secara terus-menerus dapat menjadi perhatian, terutama bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau kondisi tertentu yang sensitif terhadap natrium.

Selain itu, mi instan juga tidak bisa dijadikan satu-satunya sumber makanan karena kandungan serat, vitamin, mineral, dan protein di dalamnya relatif terbatas.

Meski tidak dianjurkan dikonsumsi setiap hari, mi instan bukan berarti harus dihapus sepenuhnya dari menu makanan.

Kepala Instalasi Gizi dan Produksi Makanan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Fitri Hudayani, menjelaskan bahwa mi instan termasuk kelompok makanan pokok, sama seperti nasi, roti, bihun, umbi-umbian, dan sereal.

Menurut Fitri, satu bungkus mi instan tanpa minyak memiliki nilai gizi yang kurang lebih setara dengan 150 gram nasi. Karena itu, ketika seseorang makan mi instan, asupan makanan pokok lainnya perlu diperhitungkan agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi energi dan karbohidrat.

Baca juga: Yang bisa terjadi bila konsumsi mi instan berlebih

Artinya, masalahnya bukan sekadar "boleh atau tidak makan mi instan", tetapi bagaimana makanan tersebut ditempatkan dalam pola makan secara keseluruhan.

Jika sesekali ingin makan mi instan, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.

Pertama, jangan menjadikan mi instan sebagai satu-satunya komponen dalam satu kali makan. Tambahkan sayuran seperti sawi, bayam, wortel atau brokoli agar makanan mendapatkan tambahan serat, vitamin, dan mineral.

Sumber protein juga bisa ditambahkan, misalnya telur, tahu, tempe atau sumber protein lainnya.

Dokter spesialis gizi klinik dan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Luciana Sutanto, juga menyarankan masyarakat mencermati jumlah bumbu yang digunakan.

"Jika bumbu yang dimasukkan jumlah atau kadarnya berlebihan ... tentu akan menimbulkan masalah kesehatan," kata Luciana kepada ANTARA. Ia juga menyarankan memasak mi sesuai petunjuk pada kemasan dan menambahkan sayuran serta sumber protein agar kandungan gizinya lebih lengkap.

Selain itu, perhatikan label kandungan gizi pada kemasan. Jika dalam satu hari sudah mengonsumsi makanan lain yang tinggi garam, sebaiknya jangan menambah terlalu banyak makanan tinggi natrium lainnya.

Baca juga: Berapa lama mie instan dicerna? Ini fakta dan batas aman konsumsinya

Baca juga: Efek buruk makan mie instan berlebihanb dan tips konsumsi yang aman

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.