peezycoineth.vip

Apple Disebut Pangkas Biaya Layar iPhone 18 Pro Max, Harga Jual Masih Berpotensi Naik

2026-07-31 14:34

AKURAT.CO Apple dikabarkan berupaya menekan biaya produksi iPhone 18 Pro Max dengan memperoleh panel layar yang lebih murah dari para pemasoknya. Hal ini disebut dilakukan untuk mengimbangi kenaikan biaya komponen memori dan penyimpanan.

Samsung Display dan LG Display memasok layar iPhone 18 Pro Max dengan harga rata-rata US$66,5 (sekitar Rp1,1 jutaan) per unit. Angka itu diklaim hampir 20 persen lebih rendah dibanding biaya layar iPhone 17 Pro Max yang berada US$80 (sekitar Rp1,4 jutaan).

Jika informasi tersebut benar, Apple kembali melanjutkan tren penurunan biaya panel yang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, layar iPhone 16 Pro Max disebut pernah memiliki harga lebih dari US$100 (sekitar Rp1,7 jutaan) per unit.

Meski biaya pembeliannya lebih rendah, kualitas layar iPhone 18 Pro Max dikabarkan tidak akan mengalami penurunan. Apple disebut tetap menggunakan material organik M16 yang merupakan teknologi panel OLED generasi terbaru.

Material M16 diklaim mampu meningkatkan efisiensi cahaya dibanding generasi sebelumnya. Selain itu, teknologi tersebut juga menawarkan usia pakai lebih panjang serta reproduksi warna yang lebih akurat, sebagaimana dikutip dari GSMArena, Jumat (31/7/2026).

Penggunaan panel dengan harga lebih rendah diperkirakan dapat membantu Apple mengurangi total biaya produksi iPhone 18 Pro Max. Namun, penghematan tersebut kemungkinan hanya menutupi sebagian kenaikan biaya komponen lain.

Sebelumnya, iPhone 18 Pro Max dirumorkan akan hadir dengan memori dan kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi. Peningkatan spesifikasi itu disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong naiknya biaya produksi perangkat.

Meski berhasil menekan biaya layar, harga jual iPhone 18 Pro Max masih diperkirakan akan meningkat saat peluncuran. Kabarnya, kenaikan bisa mencapai US$200 (sekitar Rp3,5 jutaan) dibandingkan iPhone 17 Pro Max, meski Apple belum memberikan konfirmasi resmi.