Arema vs Persik 1-1, ini penjelasan pelatih Singo Edan
Arema vs Persik 1-1, ini penjelasan pelatih Singo Edan
Sabtu, 19 September 2026 06:22 WIB
Pesepakbola Persik Kediri Park Junheona berusaha merebut bola dari pesepakbola Arema FC Marcos Vinicius Silvestre Gaspar (kiri) dalam pertandingan BRI Super League di Stadior Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 18/9/2026). Persik Kediri menahan imbang Arema FC dengar skor 1-1. (Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto)
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyatakan bahwa tidak adanya penyerang murni yang bugar 100 persen menjadi kendala utama bagi timnya saat ditahan imbang Persik Kediri 1-1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.
"Tanpa striker tempo permainan kami terkadang agak melambat, jadi ketika ada penyerang sebagai pemantul dalam serangan balik para gelandang dan bahkan pemain belakang bisa memiliki titik acuan mengalirkan bola lebih cepat dan langsung," kata Marcos dalam konferensi pers di Stadion Kanjuruhan.
Masalah lini depan Arema FC tak lepas dari kondisi Mauro Zijlstra yang masih menjalani pemulihan cedera. Sementara itu, penyerang baru Samuel Otusanya juga belum sepenuhnya fit, meski sempat diturunkan sebagai pemain pengganti pada menit ke-57 menggantikan Gabriel Silva.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, ketersediaan pemain yang bugar 100 persen akan sangat memudahkan tim dalam menjalankan strategi, khususnya memberi keleluasaan bagi pergerakan gelandang dan pemain sayap. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi seluruh anak asuhnya yang tampil maksimal di lapangan.
"Kami tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan (dua hasil imbang dan satu menang), kompetisi juga masih panjang dan seluruh pemain yang ada akan kami maksimalkan," ujar dia.
Jalannya laga sendiri berlangsung sengit. Persik cenderung menguasai permainan di babak pertama, sebelum Arema FC mengambil alih kendali di paruh kedua. "Di laga ini kami lebih dulu ketinggalan 0-1 terus menyamakan kedudukan 1-1 dan di babak kedua seharusnya bisa menang, sekali lagi saya katakan pertandingan ini sulit," ucapnya.
Sementara itu, Pelatih Persik Kediri Marcos Reina mengungkapkan kemampuan para pemain timnya dalam mematahkan peluang Arema FC yang lahir dari skema bola mati menjadi penentu keberhasilan mengamankan satu poin dari Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.
"Kami tidak berhasil mencetak gol tambahan tetapi bisa membawa pulang satu poin karena berhasil mengatasi servis (bola mati) dari Arema," kata Marcos Reina saat sesi konferensi pers seusai pertandingan di Stadion Kanjuruhan.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1, Arema FC dikatakannya mampu tampil menekan, termasuk melahirkan beberapa peluang di area pertahanan Persik Kediri melalui skema tendangan bebas maupun tendangan sudut.
Namun, sederet peluang itu sanggup dihalau semaksimal mungkin oleh para pemain Persik.
Tak hanya itu, Marcos Reina menyampaikan, anak asuhnya sanggup menjalankan seluruh strategi permainan dalam membendung serangan balik yang dilancarkan oleh tim lawan.
Dalam pertandingan itu, ia mengungkapkan sengaja menempatkan banyak pemain di lini tengah guna mengeliminasi aliran bola dari Arema FC sehingga tak sampai memasuki daerah pertahanan timnya.
"Arema di laga lain mampu menguasai pertandingan tetapi tidak terjadi hari ini dengan antisipasi dari kami," ucapnya.
Pelatih berkewarganegaraan Spanyol ini juga menyampaikan bahwa Persik sanggup menguasai pertandingan hingga menit ke-70 dan menciptakan sejumlah peluang tetapi belum mampu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pemain.
"Jadi kami tidak bisa membawa kemenangan," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tiada penyerang murni jadi kendala Arema hadapi Persik
Pewarta : Ananto Pradana
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.