peezycoineth.vip

AS Larang Robot Buatan Asing, Upaya untuk Jegal China?

2026-07-30 01:45

Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan larangan impor perangkat robot canggih dan inverter daya buatan asing. Walau tidak disebutkan secara eksplisit, larangan ini dianggap sebagai upaya AS untuk menjegal industri robotika China yang sedang berkembang pesat.

Dalam pengumumannya, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) mengatakan robot buatan asing, termasuk robot humanoid berkaki dua dan robot anjing berkaki empat, menimbulkan risiko yang mengancam keamanan nasional dan keselamatan warga AS.

"Robot mengumpulkan data yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak jahat untuk memata-matai warga Amerika, meningkatkan kemampuan badan intelijen asing, atau untuk mengendalikan robot dari jarak jauh," kata FCC, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan resmi FCC juga mengutip studi pemerintah yang mengatakan badan-badan keamanan nasional telah menentukan bahwa robot buatan asing dapat mengancam rantai pasokan dan menimbulkan risiko keamanan siber.

Laman FAQ yang dirilis oleh FCC mendefinisikan 'perangkat robot canggih' sebagai mesin yang mampu bergerak, menghindari rintangan, melakukan navigasi, atau bergerak di lantai.

Robot juga disebut sebagai perangkat canggih jika memiliki chip untuk konektivitas dan chip untuk mendeteksi lingkungan sekitar. Beratnya juga lebih dari 2 kilogram, termasuk stasiun pengisian dayanya.

Dengan definisi tersebut, robot penyedot debu tampaknya juga terkena larangan impor AS. Pasalnya larangan FCC tidak hanya terbatas untuk robot yang memiliki kaki.

Walau FCC mengatakan larangan ini tidak menargetkan negara tertentu, hal ini akan berdampak besar pada China yang sedang menggenjot produksi robot humanoid. Salah satu pemain yang akan kena dampaknya adalah Unitree, perusahaan asal China yang menguasai hampir 20% pasar robot humanoid global.

China juga merupakan rumah bagi produsen inverter daya terkemuka yaitu Sungrow dan Huawei. Komponen. ini banyak dipakai dalam susunan panel surya dan sistem energi terbarukan lainnya untuk terhubung ke peralatan pusat data.

Larangan ini hanya berlaku untuk robot dan inverter yang belum dirilis. Larangan ini juga tidak melarang toko ritel untuk terus menjual model robot yang sebelumnya sudah disetujui lewat proses otorisasi FCC, tapi FCC memiliki wewenang untuk mencabut izin penjualan model yang telah diizinkan.

(vmp/afr)

TAGS

LIHAT LAINNYA