peezycoineth.vip

AS Tolak Dua Kali Permintaan Saudi untuk Dukung Serangan, Houthi Akhirnya Kuasai Bab al-Mandab

2026-09-11 23:29

AKURAT.CO Gerakan Houthi dilaporkan berhasil menguasai sejumlah pulau strategis dan sebagian besar pesisir Laut Merah Yaman. Kondisi ini membuat kelompok yang didukung Iran tersebut memiliki kendali efektif atas Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran terpenting bagi perdagangan global.

Menurut sejumlah sumber yang dikutip kantor berita internasional, Houthi kini menguasai wilayah-wilayah penting di sekitar Laut Merah, termasuk kota pelabuhan Mocha, Kepulauan Hanish, dan Pulau Mayyun atau Perim yang berada tepat di tengah Selat Bab al-Mandab.

Lembaga kajian Institute for the Study of War (ISW) menilai keberhasilan tersebut berpotensi memberi ruang bagi Houthi untuk memosisikan diri sebagai pihak yang menjamin keamanan pelayaran internasional, mirip dengan upaya Iran membangun pengaruh di Selat Hormuz.

Houthi Klaim Jalur Laut Tetap Aman

Di tengah kekhawatiran pasar global, juru bicara Houthi Hazim al-Assad mengatakan pelayaran bebas dan perdagangan internasional di Laut Merah maupun Bab al-Mandab berlangsung dengan tertib.

Ia menegaskan tidak ada alasan bagi komunitas internasional untuk merasa khawatir terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Sementara itu, juru bicara Houthi lainnya menyatakan seluruh kapal dapat melintas dengan aman, kecuali kapal-kapal milik Arab Saudi yang masih menjadi target konflik.

Bab al-Mandab, Nadi Perdagangan Dunia

Selat Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Seluruh kapal yang melintasi Terusan Suez menuju Asia maupun Eropa harus melewati jalur sempit ini.

Nilai strategis Bab al-Mandab semakin meningkat setelah Selat Hormuz beberapa kali mengalami gangguan akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sepanjang tahun ini. Gangguan pada salah satu dari dua selat tersebut dapat memengaruhi rantai pasok global, pengiriman energi, hingga biaya logistik internasional.

Serangan Kilat di Pesisir Laut Merah

Houthi telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman selama lebih dari satu dekade dalam perang melawan pemerintahan yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi.

Dalam perkembangan terbaru, kelompok tersebut melancarkan ofensif cepat ke arah selatan sepanjang pesisir Laut Merah dan berhasil merebut kota pelabuhan Mocha. Seorang sumber dari pemerintahan Yaman mengatakan hampir seluruh wilayah pesisir barat yang sebelumnya dikuasai pemerintah kini telah jatuh ke tangan Houthi.

Sebagai respons, media di wilayah Houthi melaporkan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke bandara Mocha.

Trump Disebut Tolak Permintaan Arab Saudi

Situs berita Axios melaporkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sempat menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebanyak dua kali untuk meminta dukungan serangan terhadap Houthi.

Namun, menurut sumber yang dikutip Axios, Trump menolak permintaan tersebut. Padahal sebelumnya bin Salman disebut meyakinkan Washington bahwa pasukan Saudi mampu menghadapi Houthi tanpa keterlibatan langsung Amerika Serikat.

ISW juga menyebut Houthi diduga berhasil merebut sejumlah persenjataan yang sebelumnya disumbangkan Arab Saudi kepada kelompok sekutu pemerintah Yaman.

Konflik Panjang dan Dukungan Iran

Houthi, yang secara resmi bernama Ansar Allah, berasal dari komunitas Zaidi di Yaman barat laut. Kelompok ini berkembang menjadi kekuatan militer dan politik sejak awal 2000-an, kemudian merebut ibu kota Sanaa pada 2015 setelah pecahnya konflik yang dipicu gejolak Arab Spring.

Dalam perang saudara Yaman, Houthi mendapat dukungan Iran, sementara pemerintah Yaman didukung koalisi pimpinan Arab Saudi. Konflik tersebut telah menewaskan ratusan ribu orang dan menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Selain bertempur di Yaman, Houthi juga dikenal sebagai bagian dari poros regional yang didukung Iran bersama Hamas dan Hizbullah. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok itu berulang kali menyerang kapal-kapal kargo di Laut Merah serta meluncurkan serangan terhadap Israel sebagai bagian dari eskalasi konflik Timur Tengah.

Sumber: SH