Asap karhutla picu kualitas udara Kotim menjadi sangat tidak sehat
Asap karhutla picu kualitas udara Kotim menjadi sangat tidak sehat
Rabu, 5 Agustus 2026 10:04 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, Marjuki. ANTARA/HO-DLH Kotim
Sampit (ANTARA) - Pekatnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur, membuat kualitas udara di daerah ini memburuk mencapai status Sangat Tidak Sehat pada Rabu pagi.
"Kualitas udara pagi ini menurun menjadi sangat tidak sehat. Ini perlu diwaspadai seluruh masyarakat karena rawan berdampak terhadap kesehatan," kata Kepal Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Marjuki di Sampit.
Marjuki menyebutkan, kualitas udara Kabupaten Kotawaringin Timur pada pukul 07.03 WIB kualitas udara Tidak Sehat dengan indeks pencemaran udara 193. Polutan utama PM2.5 atau materi partikulat kurang dari 2,5 mikron
Selanjutnya pada pukul 08.42 WIB kualitas udara terus memburuk menjadi Sangat Tidak Sehat dengan indeks pencemaran udara 271. Polutan utama PM2.5 atau materi partikulat kurang dari 2,5 mikron.
Memburuknya kualitas udara pagi ini dipicu asap yang lebih pekat dibanding hari-hari sebelumnya. Hal ini dampak kebakaran lahan yang semakin marak, khususnya di Sampit dan sekitarnya.
Untuk mencegah dampak asap terhadap kesehatan, Marjuki mengimbau masyarakat menggunakan masker, khususnya saat beraktivitas di tempat terbuka. Tujuannya agar tidak terhirup asap bercampur debu kebakaran lahan.
Sementara itu, kebakaran lahan pada Selasa (4/8) masih marak. Setidaknya delapan lokasi kebakaran sepanjang siang hingga malam.
Kebakaran lahan tersebut di antaranya terjadi di Jalan Graha Pramuka Jalur 1, Sangga Buana-Sekar Arum-Tidar 3, MT Haryono Barat, Pelita Barat, Bumi Raya 1, Tjilik Riwut KM 7, Jenderal Sudirman KM dan KM 23. Beberapa lokasi merupakan kebakaran yang terjadi sejak hari sebelumnya dan belum sepenuhnya padam.
Jumlah tersebut belum termasuk kebakaran yang muncul di beberapa lokasi pada Selasa malam. Seperti di Jalan Tjilik Riwut yang menghubungkan Sampit-Kota Besi, dilaporkan terjadi kebakaran lahan di beberapa titik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam mengatakan, tim gabungan terus bekerja keras untuk memadamkan kebakaran lahan yang terjadi saat ini. Sementara itu untuk lokasi yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat, pemadaman dibantu dengan pengeboman air atau water bombing menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kami mengimbau dengan sangat kepada masyarakat untuk membantu mencegah dan menanggulanginya karhutla ini agar tidak semakin parah. Membakar lahan akan membawa dampak buruk bagi masyarakat luas. Selain itu, ada konsekuensi hukum bagi pelaku karena aparat penegak hukum sudah menegaskan akan menindak secara tegas," kata Multazam.
Hingga Rabu pagi, petugas kembali melanjutkan pemadaman kebakaran lahan di beberapa lokasi yang terbakar sejak hari sebelumnya. Pemantauan juga dilakukan untuk deteksi awal terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran lahan di lokasi baru.
Baca juga: DPRD Kotim dorong perusahaan perkuat penanganan karhutla
Baca juga: Pemkab Kotim pastikan hak masyarakat jadi prioritas dalam kemitraan Agrinas
Baca juga: Pemkab Kotim mulai gembleng 70 calon Paskibraka
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.