peezycoineth.vip

ASUS Sebut AI Kian Jadi Kebutuhan Profesional dan Pelaku UMKM |Republika Online

2026-07-23 21:10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ASUS Indonesia menilai teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin menjadi kebutuhan bagi kalangan profesional dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan produktivitas kerja. Perkembangan tersebut mendorong perusahaan menghadirkan perangkat yang mampu mendukung pemanfaatan AI sekaligus memenuhi kebutuhan mobilitas pengguna.

Commercial Director ASUS Indonesia Eric Khoven mengatakan pelaku bisnis di Indonesia kini semakin mengandalkan AI untuk mempercepat berbagai aktivitas, baik saat bekerja di kantor maupun secara hybrid.

"Segmen bisnis di Indonesia semakin mengandalkan teknologi AI untuk mempercepat produktivitas, baik di kantor maupun saat bekerja dari mana saja. Melalui ASUS ExpertBook P5 G2, kami menghadirkan solusi yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga dirancang dengan standar keamanan dan ketahanan kelas dunia," ujar Eric dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Menurut Eric, kebutuhan terhadap perangkat kerja juga terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan aplikasi berbasis AI dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, perangkat yang digunakan tidak hanya dituntut memiliki performa tinggi, tetapi juga mampu mendukung kolaborasi, menjaga keamanan data, serta tetap andal digunakan di berbagai lokasi kerja.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ASUS menghadirkan ExpertBook P5 G2 yang ditenagai prosesor AMD Ryzen AI dengan neural processing unit (NPU) untuk mempercepat pemrosesan AI secara lokal. Laptop tersebut juga mendukung Windows Copilot+ PC serta platform ASUS MyExpert yang menyediakan fitur berbasis AI, seperti peringkasan hasil rapat, bantuan penulisan, hingga pengelolaan surat elektronik.

Selain itu, perangkat ini dibekali fitur peredam bising berbasis AI dan kamera berteknologi AI yang mampu menyesuaikan pencahayaan serta pembingkaian gambar secara otomatis guna mendukung rapat virtual.

ASUS juga membekali ExpertBook P5 G2 dengan fitur keamanan berlapis, di antaranya TPM 2.0, sensor sidik jari, serta Windows 11 Secured-core PC untuk melindungi data pengguna. Dari sisi mobilitas, laptop ini memiliki bobot mulai 1,27 kilogram, baterai berkapasitas hingga 70Wh, serta telah memenuhi standar ketahanan militer MIL-STD-810H.

Eric mengatakan perangkat tersebut dirancang agar dapat memenuhi kebutuhan profesional hybrid maupun pelaku UMKM yang membutuhkan perangkat kerja dengan performa tinggi, keamanan, dan fleksibilitas dalam mendukung aktivitas bisnis.

"Kami ingin ExpertBook P5 G2 tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat dalam skenario kerja sehari-hari para profesional dan pemimpin bisnis di Indonesia," katanya.