Aturan pertembakauan cari titik temu untuk kesehatan-ekonomi
Aturan pertembakauan cari titik temu untuk kesehatan-ekonomi
Senin, 21 September 2026 22:41 WIB
Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Panggah Susanto menjawab pertanyaan wartawan di Temanggung, Senin (21/9/2026) ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong aturan pertembakauan adanya titik temu antara kepentingan kesehatan dan ekonomi, sehingga kebijakan yang diterapkan tidak memberikan beban berlebihan kepada salah satu sisi.
Wakil Ketua BAM DPR RI Panggah Susanto di Temanggung, Senin, menyampaikan potensi besar industri pertembakauan perlu dioptimalkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi para pemangku kepentingan di dalam negeri, termasuk para petani tembakau.
Namun, katanya, upaya tersebut menghadapi tantangan, karena adanya sejumlah aturan yang dinilai belum sepenuhnya sinkron antara tujuan peningkatan ekonomi dan perlindungan kesehatan.
"Potensi yang besar ini jangan sampai tidak maksimal memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan di dalam negeri, termasuk petani, karena aturan-aturan yang kadang tidak saling sinkron antara tujuan kita untuk ekonomi dan tujuan untuk kesehatan," katanya.
Menurutnya, keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan ekonomi menjadi penting mengingat dampak kebijakan di sektor pertembakauan cukup luas. Terlebih, pengaturan terkait kadar nikotin dan tar dapat memberikan pengaruh terhadap keberlangsungan produksi tembakau dalam negeri.
Ia mengingatkan kebijakan yang tidak mempertimbangkan dampak secara menyeluruh berpotensi menekan produksi tembakau nasional dan pada akhirnya memengaruhi keberlangsungan usaha para petani.
"Kalau tidak hati-hati, ini bisa jadi mematikan potensi petani atau produksi tembakau di dalam negeri," katanya.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian karena statistik menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan impor tembakau dari tahun ke tahun, baik dari sisi volume maupun nilai.
Ia menilai peningkatan impor tersebut perlu dilihat dalam kaitannya dengan kebijakan pertembakauan yang selama ini belum sepenuhnya menemukan titik keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan dorongan terhadap perekonomian nasional.
Karena itu, ia meminta pemerintah melihat persoalan pertembakauan secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan kepentingan sektoral masing-masing kementerian atau lembaga.
Menurut dia, isu utama industri pertembakauan perlu terlebih dahulu menjadi perhatian bersama, sementara pengaturan teknis dapat disesuaikan oleh kementerian dan lembaga terkait.
"Jangan hanya berpikir sektoral. Pertembakauan isu besarnya seperti itu. Nanti pengaturan teknisnya ada di kementerian-kementerian, dipikirkan supaya isu besarnya ini ditangkap," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.