Awal Mula Kulit Wanita Ini Menggelap Gegara Krim Merkuri, Kini Berangsur Pulih
Jakarta -
Kisah Nur Lenny Astia (33) asal Samarinda, Kalimantan Timur tentang transformasi kondisi kulit wajahnya viral di media sosial. Perempuan yang akrab disapa Tya ini sebelumnya memang sempat mengalami masalah kulit akibat krim mengandung merkuri.
Dalam salah satu unggahannya, ia menuturkan menggunakan krim tersebut pada periode 2014-2015. Kondisinya diawali dengan munculnya flek hitam yang sulit menghilang.
Ia sempat mengira itu efek dari paparan sinar matahari, tapi flek tersebut justru terus melebar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kok lama-lama nggak mau menghilang. Aku pakai krim itu dan akhirnya aku memutuskan untuk berhenti kan. Kubiarin aja tapi semakin aku berhentiin kayak dia semakin melebar terus," ceritanya pada tahun 2023 lewat akun TikTok @nurnnyas dikutip detikcom izin yang bersangkutan.
Semenjak saat itu, ia mulai menggunakan basic skincare dengan bahan yang aman. Tya juga mulai mencari informasi seputar edukasi penggunaan skincare yang baik dan benar, serta berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.
Di situ ia mengetahui bahwa krim merkuri sangat berbahaya untuk kondisi kulit wajah.
Setelah bertahun-tahun konsisten menjalani perawatan yang tepat, kondisi kulit Tya jauh lebih baik. Kulit wajahnya kini jauh lebih cerah dibanding beberapa tahun lalu.
Ia mengaku merasa bersyukur atas apa yang sudah dilaluinya. Terlebih ia seringkali mendapatkan komentar buruk dari orang lain atau netizen yang melihat kulitnya dulu.
Perubahannya sekarang membuat kondisi mentalnya menjadi jauh lebih baik.
"Dulu masih sering ada insecure karena ada banyak ketakutan dan kekhawatiran ini akan sembuh atau tidak, bahkan ada keraguan-keraguan," cerita Tya pada detikcom, Jumat (7/8/2026).
"Setelah ada perubahan yang jauh lebih baik, aku lebih tenang, dan lebih fokus merawat kesehatan daripada mengejar kesempurnaan," sambungnya.
Tya mengatakan kejadian ini memberinya banyak pelajaran. Proses yang panjang mengajarkannya bahwa kulit yang sehat bukan hanya soal penampilan, tapi juga tentang bagaimana seseorang bisa nyaman menjadi dirinya sendiri.
"Prosesnya memang tidak instan, tapi setiap hal kecil yang aku lakukan konsisten, aku merasa akan membawa aku dalam perubahan yang berharga," tandasnya.
Halaman 2 dari 2
(avk/suc)