peezycoineth.vip

Balai TN Berbak dan Sembilang pastikan pemulihan lahan pasca kebakaran - ANTARA News Jambi

2026-09-01 09:58

Kota Jambi (ANTARA) - Balai Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang memastikan pemulihan lahan pasca kebakaran yang melanda dua lokasi berbeda di dalam kawasan pelestarian alam yang membentang di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

"Semua di zona rehabilitasi yang terbakar nanti akan dilakukan pemulihan ekosistem," kata Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang Yunaidi di Jambi, Selasa.

Menurut dia, lahan di dalam kawasan yang terbakar akan dilakukan pemulihan melalui penanaman pohon jenis pulai (alstonia scholaris) dan jelutung (dyera costulata).

Nantinya, skema pemulihan ekosistem dilakukan lewat kerja sama dengan kelompok tani hutan di desa penyangga di sekitar kawasan taman nasional.

Berdasarkan rencana pemulihan ekosistem (RPE) TN Berbak dan Sembilang periode 2022 hingga 2026, untuk zona rehabilitas TN Berbak luasnya mencapai kurang lebih 29, 836,66 ha.

Wilayah yang akan dipulihkan, umumnya merupakan bekas lokasi kebakaran hutan, sebagian besar berbatasan dengan lahan masyarakat.

Ia menambahkan, pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara bakar yang tidak terkendali terus mengarah menuju kawasan taman nasional.

Akibatnya areal bekas kebakaran yang hanya ditumbuhi semak belukar menjadi mudah terbakar, meskipun ada sebagian wilayah yang sudah dilakukan penanaman kembali, namun karena terjadi kebakaran hutan kembali, maka areal tersebut kembali terdegradasi.

Yunaidi menjelaskan, selama Agustus 2026 telah terjadi kebakaran di Kawasan TN Berbak sebanyak tiga kali di dua lokasi yang berbeda.

Kebakaran pertama terjadi pada 9 Agustus 2026 parit empat resort (wilayah) Sungai Rambut, Desa Rantau Rasau Kecamatan Berbak. Lalu, pada 29 Agustus 2026, di lokasi yang sama kembali terjadi kebakaran tepatnya di parit dua dan tiga.

Dari hasil perhitungan, total luas kebakaran dalam Kawasan TN Berbak diperkirakan mencapai 47,Ha hektare. Sementara di luar kawasan (ladang masyarakat) luas yang terbakar mencapai 34,2 Ha.

Yunaidi menegaskan, sumber api diduga sengaja dibakar oleh masyarakat jenis vegetasi utama yaitu alang-alang dan paku-pakuan/resam yang sudah kering dan mudah terbakar.

Sementara kebakaran yang terjadi pada 26 Agustus 2026 di Resort Simpang Datuk, Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang, awalnya berada di ladang Masyarakat (sekitar 400 meter dari batas Kawasan TN) dengan vegetasi dominan yaitu alang-alang dan jenis paku-pakuan/resam.

"Karena faktor cuaca dan arah angin, akhirnya meluas ke dalam kawasan TN Berbak. Luas Kawasan TN Berbak yang terbakar diperkirakan 47,7 Ha dan luar Kawasan (ladang Masyarakat) 34,2 Ha," kata Yunaidi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Balai TN Berbak dan Sembilang pastikan pemulihan lahan pasca kebakaran

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.