Bangka Tengah catat 137 kejadian karhutla hingga Agustus - ANTARA News Bangka Belitung
Koba, Babel (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat sebanyak 137 kejadian kebakaran hutan dan lahan hingga 31 Agustus 2026, seiring musim kemarau dalam dua bulan terakhir.
Kepala Satpol PP Bangka Tengah Juhasnan di Koba, Kamis, mengatakan kejadian karhutla menjadi perhatian bidang pemadam kebakaran seiring musim kemarau panjang yang meningkatkan potensi kebakaran.
“Kebetulan memang kita ada Bidang Damkar yang tugasnya saat ini fokus terhadap pemadaman kebakaran akibat musim kemarau panjang,” katanya.
Menurut dia, tugas pemadam kebakaran mencakup dua kategori, yakni penanganan kebakaran dan kejadian nonkebakaran yang membutuhkan respons petugas.
Untuk kejadian kebakaran, kata dia, penanganannya meliputi kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran nonkarhutla, seperti bangunan, rumah, dan kendaraan.
Selain 136 kejadian karhutla, petugas pemadam kebakaran mencatat 151 kejadian nonkebakaran hingga akhir Agustus 2026.
Pada periode yang sama, tercatat 12 kejadian kebakaran bangunan atau rumah serta dua kejadian kendaraan terbakar.
Data tersebut menunjukkan tingginya beban penanganan yang harus dihadapi petugas pemadam kebakaran di tengah kondisi kemarau panjang.
Juhasnan mengatakan, petugas tetap fokus melakukan penanganan kebakaran sesuai tugas dan kondisi kejadian yang membutuhkan respons pemadaman di lapangan.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Menurut dia, kewaspadaan masyarakat sangat penting karena sebagian besar kejadian karhutla terjadi ketika kondisi lingkungan lebih kering dan mudah terbakar.
"Kita terus melakukan penanganan setiap laporan kebakaran untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar," ujarnya.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.