peezycoineth.vip

Banjir dan Longsor Filipina Tewaskan 23 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

2026-08-17 09:39

AKURAT.CO Sedikitnya 23 orang tewas dan ribuan warga terpaksa mengungsi di sejumlah wilayah Filipina setelah hujan deras memicu banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut dipicu oleh penguatan monsun barat daya serta pengaruh siklon tropis Luis dan Maymay.

Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina (NDRRMC) melaporkan, Senin, banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah, terutama di Luzon dan beberapa bagian Visayas.

Luapan sungai membuat permukiman terendam, sementara sejumlah ruas jalan tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut memaksa banyak keluarga meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di tempat-tempat pengungsian sementara.

Pemerintah daerah bersama lembaga nasional terus melakukan operasi penyelamatan, evakuasi, serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Jalan dan Jembatan Rusak

NDRRMC menyebut bencana tersebut turut merusak jalan, jembatan, dan kawasan pertanian di sejumlah provinsi. Kerusakan infrastruktur mengganggu transportasi sekaligus aktivitas ekonomi dan mata pencaharian masyarakat.

Sejumlah wilayah yang terdampak banjir juga mengalami gangguan pasokan listrik dan air bersih.

Tim penilai bencana masih melakukan verifikasi terhadap laporan dari berbagai daerah untuk mengetahui secara lebih lengkap dampak banjir dan longsor tersebut.

Hujan Diperkirakan Masih Berlanjut

NDRRMC memperingatkan hujan yang turun secara berkala masih dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang. Warga yang tinggal di daerah dataran rendah dan kawasan rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta mengikuti instruksi evakuasi yang dikeluarkan pemerintah setempat, terutama jika kondisi cuaca memburuk atau terjadi peningkatan risiko banjir dan longsor.

Operasi bantuan pemerintah masih berlangsung. Otoritas Filipina berupaya memulihkan akses menuju wilayah yang terisolasi sekaligus memberikan bantuan kepada ribuan keluarga yang terdampak bencana.

Sumber: TRTWorld