Bank Digital Perkuat Peran di Ekosistem Lifestyle, Bidik Transaksi Nasabah
ILUSTRASI. BCA Hadirkan Pengalaman Perbankan Digital (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan digital berupaya mendorong relevansinya di tengah masyarakat melalui kehadiran di ekosistem gaya hidup (lifestyle).
Hal itu dilakukan salah satunya oleh PT Bank Digital BCA melalui blu by BCA Digital, yang resmi menjalin kerja sama strategis dengan Cinema XXI. Melalui kerja sama ini, blu by BCA Digital hadir sebagai metode pembayaran otomatis di aplikasi m.tix.
Dengan begitu, nasabah blu by BCA Digital dapat bertransaksi langsung menggunakan saldo rekening di dalam aplikasi m.tix, tanpa perlu berganti aplikasi. Nasabah juga dapat menikmati promo khusus yang berlaku hingga akhir tahun nanti.
Baca Juga: BCA Expo 2026, Tawarkan Bunga Spesial KPR dan Kredit Kendaraan
Head of Retail & Digital Business BCA Digital Edwin Tirta menjelaskan, kerja sama ini hadir dari kesamaan pangsa pasar blu by BCA Digital dengan Cinema XXI, yakni generasi digital yang mengutamakan kecepatan dan kepraktisan dalam menunjang lifestyle.
Saat ini, Edwin bilang blu by BCA Digital telah memiliki 3,5 juta nasabah. Dengan kehadiran di lingkup lifestyle yang terus digenjot, harapannya jumlah tersebut dapat terus ditingkatkan seiring berjalannya kerja sama yang ada dan akan datang.
“Kami mengharapkan kerja sama ini untuk jangka panjang, jadi terlalu kecil kalau kami menargetkan satu juta atau dua juta transaksi. Bukan itu yang kami lihat,” tutur Edwin saat peluncuran Strategic Partnership Cinema XXI dan blu by BCA Digital, Rabu (19/8/2026).
Edwin menyebut tiap-tiap kerja sama strategis di lingkup lifestyle tak cuman membidik akuisisi nasabah baru, tetapi juga mendorong transaksi terus terjadi.
Maka dari itu, targetnya kerja sama yang telah terjalin dapat berlangsung untuk jangka waktu yang lama agar dampaknya lebih besar.
Baca Juga: BI Genjot Kredit Perbankan, KLM Capai Rp 446,5 Triliun Awal Agustus
Di samping itu, menurutnya kehadiran bank di lingkup lifestyle sejatinya juga menjadi solusi literasi keuangan masyarakat.
Harapannya, tak cuman memanfaatkan fitur dan layanan yang terkoneksi dengan lingkup lifestyle, masyarakat dapat mengeksplorasi berbagai produk perbankan lainnya untuk mengelola keuangan lebih baik.
Sementara itu, Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo bilang penguatan ekosistem lifestyle menjadi salah satu strategi agar Allo Bank tak cuman dipandang sebagai institusi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari nasabah.
Di Allo Bank, strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivitas entertainment dan lifestyle, termasuk konser serta event yang memiliki daya tarik kuat bagi generasi muda, seperti K-Pop.
Selain itu, Allo Bank juga terus memperluas kolaborasi dengan unit bisnis di dalam ekosistem CT Corp maupun strategic partner di luar grup.
Destya menekankan, kolaborasi yang dibangun tak semata-mata bertujuan memberikan benefit atau promosi kepada nasabah. Lebih dari itu, partnership diarahkan untuk menciptakan lebih banyak use case agar nasabah terbiasa bertransaksi menggunakan produk Allo Bank.
Baca Juga: Dapen BCA Ungkap Sejumlah Kelebihan Instrumen SRBI bagi Dana Pensiun
"Yang lebih penting adalah bagaimana nasabah yang masuk melalui ekosistem tersebut kemudian menjadi nasabah yang aktif, melakukan transaksi secara rutin, dan pada akhirnya menggunakan lebih banyak produk Allo Bank," jelas Destya kepada Kontan, Rabu (19/8/2026).
Dengan demikian, partnership diharapkan tak berhenti pada tahap akuisisi nasabah, tetapi berkembang menjadi engagement, transaksi, cross-selling hingga peningkatan customer lifetime value.
Saat ini, Allo Bank telah memiliki lebih dari 14 juta nasabah, dengan strategi ecosystem partnership yang telah memberikan kontribusi positif terhadap customer acquisition dan engagement.
Strategi tersebut, kata Destya, sekaligus membuka peluang pertumbuhan transaksi dan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Meski demikian, Allo Bank tetap melakukan evaluasi terhadap setiap partnership berdasarkan dampak bisnis secara menyeluruh.
Baca Juga: BI Pastikan KKI dan Visa-Mastercard Bisa Beroperasi Berdampingan
Beberapa indikator yang diperhatikan antara lain tambahan jumlah nasabah, tingkat aktivasi, frekuensi transaksi, penetrasi produk hingga kontribusi pendapatan.
Ke depan, Allo Bank akan terus mencari strategic partnership dengan basis pelanggan yang kuat dan sesuai dengan target pasarnya. Kolaborasi tersebut mencakup sektor entertainment, lifestyle, retail, food and beverage (F&B), travel hingga digital ecosystem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- Blue
- bank digital
- saham bank digital
- PT Bank Digital BCA