peezycoineth.vip

Banyak yang Minta Tuchel Dipecat, Haruskah Inggris Memulai Lagi dari Nol?

2026-07-17 14:52

Thomas Tuchel - Timnas Inggris

Keunggulan Inggris atas Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 ternyata tak cukup membawa mereka ke partai puncak. Justru setelah unggul 1-0, permainan The Three Lions berubah drastis hingga akhirnya tersingkir lewat kekalahan yang menyakitkan.

Hasil itu langsung memunculkan satu pertanyaan besar di Inggris. Apakah Thomas Tuchel masih menjadi sosok yang tepat untuk membawa Harry Kane dan kawan-kawan mengejar trofi internasional yang sudah lama dinantikan?

Inggris Kehilangan Kendali Setelah Unggul

Sebelum Anthony Gordon mencetak gol pembuka, Inggris sebenarnya tampil cukup baik dan mampu membuat juara bertahan Argentina kesulitan mengembangkan permainan.

Namun situasi berubah setelah gol tersebut tercipta. Inggris memilih bertahan lebih dalam dan fokus mempertahankan keunggulan tipis.

Pendekatan itu dianggap menjadi titik balik pertandingan. Argentina perlahan mengambil alih permainan hingga akhirnya membalikkan keadaan dan menyingkirkan Inggris sebelum laga berakhir.

Kekalahan ini bahkan mencatat rekor baru. Inggris menjadi tim pertama yang memimpin hingga waktu paling akhir dalam semifinal Piala Dunia tetapi tetap kalah dalam waktu normal.

BACA JUGA:

Pergantian Pemain Tuchel Menuai Kritik

Bukan hanya strategi bertahan yang dipersoalkan. Keputusan Tuchel saat melakukan pergantian pemain juga menjadi sasaran kritik.

Pergantian yang dilakukan dinilai lebih berorientasi menjaga keunggulan dibanding mencari gol kedua. Padahal, ruang serangan balik mulai terbuka ketika Argentina meningkatkan intensitas menyerang.

Bek Inggris Marc Guéhi juga mengungkapkan pandangan serupa usai pertandingan.

“Begitu kami unggul 1-0, kami seperti hanya berusaha bertahan. Pada level seperti ini itu tidak cukup. Kami seharusnya terus menekan. Rasanya setelah mencetak gol, mentalitas kami langsung berubah menjadi mundur dan bertahan.”

Tekanan terhadap Tuchel pun meningkat. Meski Federasi Sepak Bola Inggris (FA) disebut tetap berencana mempertahankannya hingga kontraknya berakhir setelah Euro 2028, desakan agar mantan pelatih Chelsea itu dicopot semakin ramai.

Pergantian Formasi Terlalu Sering Jadi Sorotan

Selama Piala Dunia 2026, Tuchel tercatat melakukan 20 perubahan formasi saat pertandingan berlangsung. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibanding seluruh peserta turnamen.

Rata-ratanya mencapai 2,7 perubahan formasi setiap 90 menit.

Sebagai perbandingan, Argentina hanya melakukan 11 perubahan, Prancis sembilan, sedangkan Spanyol tujuh sepanjang turnamen.

Pergantian taktik paling membingungkan terjadi saat menghadapi Norwegia. Tuchel mengubah sistem permainan sejak turun minum meski Jude Bellingham baru saja menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama.

Perubahan itu membuat Bellingham bermain lebih dalam dan dinilai tidak berjalan sesuai harapan. Inggris kemudian beberapa kali berganti bentuk permainan hingga akhirnya baru kembali menemukan ritme saat memasuki babak tambahan.

Tetap Ada Hal Positif dari Inggris

Di balik kegagalan tersebut, perjalanan Inggris sebenarnya tidak sepenuhnya buruk.

Mereka sempat tampil impresif saat menghadapi Kroasia, menunjukkan mental kuat ketika bangkit melawan Republik Demokratik Kongo, dan bertahan luar biasa saat bermain dengan 10 orang menghadapi Meksiko.

Kerja sama Jude Bellingham dan Harry Kane juga dinilai berkembang dengan baik sepanjang turnamen.

Produktivitas serangan Inggris meningkat dibanding Euro 2024. Mereka menghasilkan rata-rata expected goals tanpa penalti sebesar 1,41 per pertandingan, hampir dua kali lipat dibanding catatan 0,77 pada Euro sebelumnya.

Duet Declan Rice dan Elliot Anderson juga dianggap memiliki masa depan cerah, sementara Nico O’Reilly mampu beradaptasi dengan baik di level tertinggi.

Meski demikian, semua perkembangan positif tersebut seakan tertutup oleh cara Inggris kehilangan keunggulan saat menghadapi Argentina.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.

  • TAGS
  • Thomas Tuchel
  • Timnas Inggris