peezycoineth.vip

Bappenas Perluas Sumber Pembiayaan demi Antisipasi Dampak El Nino

2026-08-04 17:48

Liputan6.com, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperluas sumber pembiayaan untuk memitigasi dampak El Nino. Hal itu dilakukan dengan optimalisasi pendanaan domestik, climate finance, pooling fund kebencanaan, adaptation fund, Fund for Responding to Loss and Damage (FRLD), dan instrumen pembiayaan inovatif lainnya.

Selain itu, Bapenas juga menyampaikan pendanaan pemerintah masih memadai untuk penanganan dampak El Nino.

"Pendanaan pemerintah sementara ini masih memadai, tinggal memang bagaimana kita bisa memastikan nanti rencana penggunaannya ini akan tepat, sesuai dengan kebutuhan yang mendesak untuk penanganan El Nino. Ini sudah dirapatkan di ratas (rapat terbatas),” tutur  Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Leonardo AA Teguhusai agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat”, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa, (4/8/2026).

Salah satu tindak lanjut strategis yang ditawarkan Bappenas untuk mitigasi dampak El Nino, yaitu memperluas sumber pembiayaan melalui optimalisasi pendanaan domestik, climate finance, pooling fund kebencanaan, adaptation fund, Fund for Responding to Loss and Damage (FRLD), serta instrumen pembiayaan inovatif lainnya.

Dia menegaskan, pembiayaan iklim khusus untuk El Nino memang tidak ada karena fenomena tersebut bersifat siklikal.

Adapun pendanaan iklim secara umum ialah upaya mendorong pelaksanaan beberapa aksi adaptasi yang sudah ada di National Adaptation Plan (NAP) hingga mengembangkan fungsi dari ekosistem melalui Biodiversity Strategy and Action Plan (BSAP).

"Jadi lebih banyak pendanaan yang dikembangkan ke arah sana, ke arah hulu, ke arah untuk melaksanakan program-program yang sudah ditetapkan, dan apabila itu nanti berkontribusi kepada kemampuan untuk menangani El Nino, ini menjadi penting,” ujar Teguh.

NAP merupakan proses dan dokumen perencanaan strategis untuk mengidentifikasi, memprioritaskan, serta mengatasi risiko jangka menengah dan panjang akibat perubahan iklim.

BSAP adalah dokumen pedoman resmi untuk melindungi, merawat, serta memakai alam serta tumbuhan dan hewan secara bijak.