Baru 55 Persen Desa Terlayani Bhabinkamtibmas, Wakapolri Ungkap Strategi untuk Perkuat Kehadiran Polisi di Masyarakat
Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:53 WIB
Jakarta, VIVA – Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat memaparkan sejumlah langkah konkret yang dilakukan Polri dalam memperkuat kehadiran dan pelayanan polisi kepada masyarakat.
Baca Juga
Salah satu upayanya dilakukan dengan mengoptimalkan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang menjadi ujung tombak kepolisian di tingkat desa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat ini, jumlah personel Bhabinkamtibmas Polri mencapai 40.924 orang. Namun, kata Wahyu, jumlah tersebut baru mencakup sekitar 55 persen dari total 83.762 desa di Indonesia.
Baca Juga
Wahyu menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian Polri. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, kata dia, memiliki visi dan misi untuk memperkuat struktur kepolisian di tingkat paling bawah dengan menggenjot jumlah personel Bhabinkamtibmas di tingkat Polsek.
Penambahan personel tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan kepolisian di wilayah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Baca Juga
"Karena di situlah ujung tombak sentra-sentra pelayanan untuk masyarakat. Sehingga kita akan mencoba, walaupun bertahap, tapi fokus dari rekrutmen kita akan lari ke sana," ujar Wakapolri di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Wahyu menilai penguatan personel di lini terbawah akan memudahkan masyarakat memperoleh layanan kepolisian.
Dengan demikian, akses masyarakat terhadap polisi diharapkan semakin mudah.
"Sehingga ketika itu semua pelayanan-pelayanan masyarakat di level terbawah itu terpenuhi, saya pikir masyarakat akan terlayani dengan baik. Jadi kalau mau cari polisi nggak sulit," kata Jenderal Wahyu.
Selain memperkuat Bhabinkamtibmas, Polri juga terus meningkatkan kehadiran personel melalui kegiatan patroli langsung di tengah masyarakat.
Wahyu menyebut Polri telah melaksanakan 159.241 kegiatan Patroli Perintis (Preventif) yang seluruh kegiatan tersebut didukung Quick Response Samapta untuk mempercepat pencegahan dan penanganan potensi gangguan keamanan.
Lebih lanjut, Jenderal Wahyu memaparkan bahwa penguatan kehadiran Polri juga dilakukan melalui layanan kepolisian berbasis call center 110.
Tingkat keterlayanan dari layanan tersebut kini sudah mencapai 93,1 persen atau 107.386 dari total 115.337 interaksi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari laporan yang masuk, sebanyak 88,6 persen telah ditangani hingga tuntas. Rinciannya, 9.850 laporan telah selesai dan 1.272 laporan masih dalam proses.
Selain itu, Polri memberikan tindak lanjut terhadap seluruh laporan eskalasi yang masuk. Sepanjang periode 2024-2026, tercatat 12.561 laporan eskalasi dan seluruhnya mendapat tindak lanjut.
Halaman Selanjutnya
Dalam memberikan layanan melalui call center 110, Polri juga menerapkan standar waktu respons bagi masyarakat. Setiap panggilan yang masuk ditargetkan dijawab petugas dalam waktu maksimal 10 detik.