Batik Air catat "load factor" Surabaya-Kuala Lumpur capai 100 persen - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya menuju Kuala Lumpur itu termasuk kategori koridor strategis
Surabaya (ANTARA) - Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menyebut load factor rute Batik Air Surabaya-Kuala Lumpur dalam tren terkini mencapai 100 persen seiring peningkatan permintaan perjalanan dari Jawa Timur.
“Dua kali penerbangan, satu penerbangan itu 156, jadi 300 lebih, load factor nya tren terkini itu sampai 100 persen,” kata Danang saat kegiatan Batik Air dan Malaysia Tourism Trade Event di Surabaya, Selasa.
Ia menjelaskan rute Surabaya-Kuala Lumpur dilayani dua kali sehari dengan kapasitas 156 kursi dalam setiap penerbangan sehingga menyediakan lebih dari 300 kursi per hari.
Menurut dia, rute tersebut menjadi koridor strategis bagi Jawa Timur karena melayani berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari liburan, umrah, pekerjaan, perdagangan, pendidikan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sedangkan untuk kebutuhan umrah, kata dia, penerbangan langsung Surabaya-Kuala Lumpur dapat dilanjutkan menuju Jeddah, sedangkan sektor pendidikan mencakup kebutuhan dosen terbang, penelitian, dan pertukaran mahasiswa.
Ia menambahkan konektivitas tersebut juga membuka akses lanjutan dari Kuala Lumpur menuju Langkawi, Penang, Kota Bharu, Johor Bahru, Kuching, Tawau, Kota Kinabalu, dan Miri.
Selain itu, jaringan domestik Batik Air menghubungkan Surabaya dengan sejumlah kota di Indonesia Tengah dan Timur sehingga masyarakat dari daerah tersebut dapat melanjutkan perjalanan internasional melalui Kuala Lumpur.
“Surabaya menuju Kuala Lumpur itu termasuk kategori koridor strategis atau rute favorit yang menghubungkan Jawa Timur termasuk dari kota-kota lain yang terhubung dengan Juanda,” ujarnya.
Dari sisi pariwisata, Assistant Marketing Manager Tourism Malaysia Jakarta Savita Sarah Ashari mengatakan Indonesia menjadi negara kedua penyumbang visitor arrival terbanyak ke Malaysia pada 2025 dengan 4.266.358 kunjungan.
“Indonesia adalah negara kedua penyumbang visitor arrival terbanyak, yaitu kita sudah menyumbang 4,2 juta arrival ke Malaysia,” kata Savita.
Jumlah tersebut, kata dia, meningkat 2,9 persen dibandingkan 2024 dan 9,9 persen dibandingkan 2019 yang tercatat 3.882.666 kunjungan.
Menurut dia, Malaysia memiliki berbagai destinasi di luar Kuala Lumpur yang dapat dimasukkan dalam paket perjalanan wisatawan Indonesia.
Ia mencontohkan Bukit Chabang di Perlis, Komtar’s The Top dan Pinang Peranakan Mansion di Pulau Pinang, Eufloria Gardens & Sculpture Park di Pahang, Pulau Tenggol di Terengganu, Bangunan Sultan Abdul Samad, Skyline Luge di Selangor, serta Encore Melaka.
“Malaysia itu punya semuanya,” tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.