peezycoineth.vip

Batik Diwo Kepahiang dibedah tim ahli DJKI, selangkah lagi raih pelindungan indikasi geografis - ANTARA News Bengkulu

2026-09-03 12:20

Kepahiang (ANTARA) - Upaya mendorong Batik Diwo Kepahiang memperoleh pelindungan Indikasi Geografis (IG) memasuki tahapan penting. Tim Ahli Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bengkulu melaksanakan pemeriksaan substantif melalui verifikasi lapangan di Kabupaten Kepahiang, Selasa–Rabu (1–2 September 2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan permohonan pendaftaran Indikasi Geografis Batik Diwo Kepahiang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara informasi yang dituangkan dalam Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis dengan kondisi faktual produk di lapangan.

Tidak sekadar melihat hasil akhir berupa kain batik, Tim Ahli IG turun langsung menelusuri proses produksi, menggali karakteristik produk, kualitas, reputasi, hingga kekhasan yang menjadi identitas Batik Diwo Kepahiang.

Pada hari pertama (01/09), Tim Ahli IG DJKI yang terdiri dari Muhammad Romadhon, S.H., Eva Laida, S.T., M.Ak., dan Isnaini, S.T., M.T., bersama Tim Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Bengkulu melakukan verifikasi ke lima kelompok pengrajin Batik Diwo Kepahiang.

Verifikasi tersebut dilakukan pada Kelompok Rumah Kreatif Batik Diwo Kepahiang, Peuy Batik, Umeak Kain Diwo, Delba'es IKM Adella, serta Batik Belungguak. Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pengamatan langsung terhadap proses produksi sekaligus wawancara dan klarifikasi dengan para pengrajin.

Dari proses verifikasi, terungkap bahwa Batik Diwo Kepahiang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa identitas dan kekayaan budaya masyarakat Kepahiang. Kekhasan tersebut antara lain tercermin melalui motif Selempang Emas, Stabik, Pucuk Rebung, Kembang Lima, serta penggunaan Aksara Rikung (Kaganga) yang memiliki keterkaitan erat dengan identitas daerah.

Pewarta: Rilis/Boyke LW
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.