Begawi Bandarlampung jadi sarana kenalkan budaya daerah ke kaum muda
Bandarlampung (ANTARA) - Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan bahwa Begawi Bandarlampung menjadi sarana memperkenalkan budaya daerah ke generasi muda.
"Kegiatan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Begawi Bandarlampung ini digelar guna memperkenalkan budaya-budaya daerah yang berada di Kota Bandarlampung," kata Wali Kota Bandarlampung itu, di Bandarlampung, Minggu.
Ia mengatakan bahwa dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya kaum muda dapat lebih memahami dan menghargai keindahan budaya Lampung dan budaya dari daerah lainnya.
"Tentunya kami juga ingin memberitahu kepada wisatawan baik domestik dan mancanegara terkait budaya Lampung," kata dia.
Festival Begawi Bandarlampung diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari instansi vertikal, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), hingga seluruh kecamatan di Kota Bandarlampung.
"Kami berharap penyelenggaraan festival ini semakin memperkuat identitas budaya daerah, meningkatkan persatuan masyarakat, serta menjadi daya tarik wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kota Bandarlampung," kata dia.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung Adiansyah mengatakan tujuan dari kegiatan ini yakni sebagai ajang memperkenalkan dan juga melestarikan budaya daerah.
"Selain itu memberikan informasi kepada masyarakat tentang hasil-hasil pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh Pemkot Bandarlampung," kata dia.
Ia juga mengatakan bahwa Begawi Bandarlampung dilaksanakan setahun sekali dalam rangka HUT Kota Bandarlampung menjadi salah satu daya tarif wisata bagi wisata lokal maupun nasional.
"Tentunya diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat lokal," kata dia.
Ia menyebutkan bahwa peserta parade budaya Begawi Bandarlampung diikuti oleh b 538 orang yang terdiri dari drumband, Muli Menghanai Kota Bandarlampung, Saibatin Marga Teluk Betuk, Budaya Anak Opa dan Marga Bawah Tiyuk Nedamaya, Budaya Cerebonan, Budaya Jawa Barat, Budaya Etnis Tionghoa, Budaya Jawa Timur, Bundo Kandung.Kemudian, Budaya Adat Dayak, Budaya Adat Nusantara yang ada di Kota Bandarlampung, serta Forum Pelenggara Umat Beragama Kota Bandarlampung.
"Sementara itu untuk kendaraan hias ada 82 unit yang terdiri dari seluruh organisasi perangkat daerah, instansi vertikal BUMN, BUMD, kecamatan, sekolah dan perguruan tinggi, serta berbagai organisasi yang ada di Kota Bandarlampung," kata dia.
Baca juga: Seribuan warga Palembang ramaikan parade kebaya di Jembatan Ampera
Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.