Bersikeras Pergi ke Sekolah saat Kabut Asap, 3 Bersaudara Tewas dalam Kecelakaan di Malaysia
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:15 WIB
Malaysia, VIVA – Tiga bersaudara tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat hendak pergi ke sekolah di Pontian, Johor, Malaysia. Mereka tetap berangkat meski sekolah diliburkan pada Kamis akibat kabut asap.
Baca Juga
Ketiganya adalah Nordaniel Aiman Norlizan usia 18 tahun, Nordaniel Fikri Norlizan usia 11 tahun, dan Puteri Naufa Raisha Norlizan usia 8 tahun. Nordaniel Aiman, sang kakak tertua, mengantar kedua adiknya menggunakan sepeda motor untuk memastikan sendiri apakah sekolah mereka benar-benar tutup. Namun, perjalanan tersebut berakhir tragis setelah mereka mengalami kecelakaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kakek mereka kemudian menemukan ketiganya tergeletak tak bergerak di lokasi kejadian.
Baca Juga
Bibi mereka, Norimah Khamis, mengatakan bahwa ibu dan nenek mereka sebenarnya sudah memberi tahu ketiganya bahwa sekolah diliburkan pada Kamis akibat kabut asap.
Namun, Nordaniel Fikri tetap bersikeras ingin pergi ke sekolah. Menurut Norimah, bocah berusia 11 tahun itu sangat menyukai sekolah dan jarang bolos, bahkan ketika sedang kurang sehat.
Baca Juga
"Setelah itu, adik perempuannya juga ingin ikut. Akhirnya, kakak mereka mengantar keduanya menggunakan sepeda motor untuk memastikan sendiri apakah sekolah benar-benar tutup. Tidak ada yang menyangka perjalanan menuju sekolah itu justru merenggut nyawa mereka bertiga sekaligus dengan cara yang begitu tragis," kata Norimah dikutip dari laman SCMP, Sabtu (10/10/2026).
Norimah menggambarkan ketiga keponakannya, yang memiliki tiga saudara lainnya, sebagai anak-anak yang baik.
"Mereka tidak banyak bicara dan cenderung pemalu, terutama Puteri Naufa Raisha, yang merupakan satu-satunya anak perempuan di antara mereka," ujarnya.
Ia mengatakan, uang saku sekolah Puteri Naufa Raisha masih tersimpan di saku baju kurung yang dikenakannya. Baju seragamnya juga terlihat sangat bersih saat ditemukan di lokasi kecelakaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ibu mereka juga bercerita kepada saya bahwa ia baru saja membelikan sepatu baru untuk Nordaniel Fikri, yang sangat menyukai sepak bola. Sementara itu, Nordaniel Aiman sedang dalam proses mendaftar ke GiatMara, lembaga pelatihan keterampilan dan kejuruan di Malaysia," kata Norimah.
Ayah mereka, Norlizan Khamis Norlizan, yang bekerja sebagai buruh harian, mengaku menerima kabar duka dari ayah mertuanya saat sedang bekerja. Kabar itu memberitahukan nasib tragis yang menimpa ketiga anaknya.
Halaman Selanjutnya
Ia mengatakan, sang mertua kemudian menemukan ketiga cucunya tergeletak tak bergerak di lokasi kecelakaan. Kondisi mereka membuat sang kakek hampir pingsan.