Bertajuk THE CONTINUUM, SAE Indonesia Pamerkan 25 Karya dari 48 Talenta Kreatif Muda
Tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan hasil pembelajaran mahasiswa, THE CONTINUUM dirancang sebagai titik temu antara talenta kreatif baru dengan para pelaku industri.
Melalui pameran ini, para profesional industri, studio kreatif, production house, agensi, komunitas, media, hingga calon kolaborator dapat melihat langsung potensi kreator muda yang tengah mempersiapkan langkah pertama mereka di dunia profesional.
THE CONTINUUM resmi dibuka pada Selasa (28/7/2026), dan dihadiri oleh pelaku industri kreatif, alumni, mitra industri, dosen, serta sivitas akademika SAE Indonesia. Pameran kemudian dibuka untuk masyarakat umum mulai 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, setiap hari pukul 11.00-18.00 WIB.
Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati pameran karya mahasiswa, pemutaran film dan animasi, instalasi audio interaktif, workshop industri, sharing session, serta kesempatan berdialog langsung dengan para exhibitor mengenai proses di balik karya mereka.
Baca Juga: IDD PIK 2 Perkuat Ekosistem Desain, Bidik Arsitek dan Desainer ASEAN Lewat Berbagai Pameran
Kreativitas sebagai Perjalanan yang Terus Bergerak
Tema THE CONTINUUM melanjutkan perjalanan narasi kreatif yang telah dibangun SAE Indonesia selama empat tahun terakhir.
Perjalanan eksibisi tersebut dimulai melalui The Emergence tahun 2023 yang merepresentasikan lahirnya potensi kreatif, dilanjutkan dengan The Opportune tahun 2024 tentang keberanian menangkap peluang, serta The Resonance tahun 2025 yang menggambarkan bagaimana sebuah karya dapat menciptakan dampak dan membangun budaya.
Kini, THE CONTINUUM menjadi babak berikutnya yang menegaskan bahwa kreativitas tidak berhenti setelah sebuah karya selesai atau pendidikan formal berakhir. Kreativitas merupakan proses yang terus bergerak, berkembang, dan berevolusi seiring pengalaman seorang kreator.
"THE CONTINUUM bukan sekadar pameran akhir studi, tetapi juga ruang transisi bagi mahasiswa menuju dunia profesional. Kami ingin para pelaku industri tidak hanya melihat hasil akhirnya tetapi juga menemukan potensi kreator di balik setiap proyek-talenta muda yang selalu belajar, berkolaborasi, beradaptasi, dan terus berkembang," jelas Emenk, selaku Exhibition Coordinator THE CONTINUUM
Filosofi tersebut juga diterjemahkan melalui identitas visual THE CONTINUUM yang menggunakan elemen bola tiga dimensi yang terus bergerak merepresentasikan perjalanan kreatif yang dinamis, pertumbuhan berkelanjutan. Serta keyakinan bahwa setiap karya merupakan bagian dari proses yang tidak pernah benar-benar berakhir juga motion bergerak masuk ke dalam ruang untuk mengundang semua untuk masuk ke dunia kreatif mereka.
Baca Juga: Fasilitas TPPB NICE PIK 2 Pertegas Komitmen Dorong Industri Pameran
Film Animasi hingga Teknologi Audio Imersif
Karya-karya yang ditampilkan dalam THE CONTINUUM memperlihatkan keberagaman disiplin kreatif mahasiswa SAE Indonesia dengan memadukan storytelling, teknologi, inovasi, serta eksplorasi lintas media.
Dari program 3D Animation & Visual Effects, salah satu karya yang ditampilkan adalah Sky & Soul: Echoes of Eternity, film pendek animasi 3D yang mengikuti perjalanan dua robot di tengah hamparan gurun pasca- peradaban. Melalui pendekatan visual sinematik dan narasi emosional, karya tersebut mengeksplorasi tema harapan, persahabatan, serta keberlangsungan kehidupan di tengah dunia yang perlahan menghilang.
Eksplorasi teknologi dari program Audio Production dihadirkan melalui Interactive Audiovisual Installation, sebuah instalasi seni interaktif yang memadukan Touch Designer, L-ISA Immersive Sound, dan Ableton Live. Instalasi tersebut menciptakan pengalaman audiovisual yang dapat merespons kehadiran serta interaksi pengunjung secara langsung.
Mahasiswa Audio Production juga menghadirkan Audio Reactive Lighting System, sebuah proyek yang memperlihatkan bagaimana sinyal audio dari digital mixer dapat dianalisis secara real-time untuk mengendalikan sistem pencahayaan pertunjukan. Proyek ini menawarkan pendekatan terhadap sinkronisasi audio dan lighting dalam produksi pertunjukan modern.
Sementara itu, dari program Creative & Entertainment Business, mahasiswa menghadirkan proyek Multysensory yang mengeksplorasi aroma sebagai bentuk merchandise sekaligus intellectual property baru dalam industri musik. Konsep ini menawarkan cara bagi musisi dan brand untuk membangun hubungan emosional dengan audiens melalui pengalaman multisensori.
Pengunjung juga dapat menyaksikan sejumlah film pendek karya mahasiswa Film Production, termasuk Happiest Day, Yang Benar di Jalan, The Last Supper, dan Ripple.
Para pembuat film akan turut hadir untuk berbagi cerita mengenai proses pengembangan ide, produksi, hingga tantangan kreatif di balik karya-karya tersebut.
Baca Juga: SAE Indonesia Hadirkan The Resonance, Eksibisi Karya Akhir Mahasiswa yang Jadi Sorotan Industri Kreatif
Open Day SAE Indonesia
Sebagai bagian dari rangkaian THE CONTINUUM, SAE Indonesia akan menggelar open day pada Sabtu (1/8/2026) bagi siswa SMA/SMK, calon mahasiswa, dan keluarga.
Kegiatan ini mencakup tur kampus, seminar dan pengenalan program studi, serta konsultasi pendaftaran untuk memberikan gambaran lebih dekat mengenai pengalaman belajar dan peluang karier di industri kreatif.
"Kami berharap the exhibitor akan terinspirasi terus untuk berkarya dan para pelaku industri yang hadir bisa melihat potensi para kreator di baliknya. THE CONTINUUM menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh eksposur, membangun jaringan profesional, serta membuka peluang kolaborasi setelah mereka lulus. Di saat yang sama, melalui Open Day, calon mahasiswa juga dapat mengenal lebih dekat lingkungan dan proses pembelajaran di SAE Indonesia," Emenk memaparkan.
Bagi mahasiswa, THE CONTINUUM menjadi awal dari perjalanan profesional mereka. Bagi industri, pameran ini menjadi kesempatan untuk menemukan talenta kreatif baru dan membuka peluang kolaborasi, pendampingan, magang, hingga rekrutmen. Sementara bagi masyarakat umum, THE CONTINUUM menjadi ruang untuk melihat perkembangan ide, teknologi, dan kreativitas generasi berikutnya.